Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar Batam, Kepulauan Riau, Jumat (18/9). ANTARA FOTO/M N Kanwa.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar Batam, Kepulauan Riau, Jumat (18/9). ANTARA FOTO/M N Kanwa.

Pemerintah Perluas Kapasitas Pelabuhan Internasional Batuampar

Nasional ekspor-impor
Anwar Sadat Guna • 03 April 2019 17:01
Batam: Pemerintah mulai akan membangun dan meningkatkan produktivitas Pelabuhan Batuampar Batam. Dalam satu bulan ke depan, diharapkan sudah mulai ada perubahan, terutama kehadiran fasilitas baru berupa crane untuk mengganti fasilitas lama yang saat ini masih digunakan.
 
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa produktivitas di Pelabuhan Batuampar Batam akan lebih ditingkatkan lagi. Sebagai pelabuhan internasional, sudah saatnya fasilitas dan peralatan di pelabuhan diganti dengan fasilitas yang lebih memadai.
 
"Banyak biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu (dikeluarkan) karena kondisi pelabuhan (Batuampar) saat ini masih menggunakan crane yang biasa saja. Juga biaya-biaya kontainer yang harusnya diperiksa di Singapura, cukup diperiksa di Batam saja," kata Kalla saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor BP Batam, Selasa, 2 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JK mengatakan, hal lain yang menjadi perhatian pemerintah yakni masih tingginya ongkos angkut atau pengiriman kontainer dengan rute Batam-Singapura, dibandingkan dari Jakarta-Batam. Biaya atau tarif kontainer dari Batam-Singapura ukuran 20 feet sekitar USD400-500 dan ukuran 40 feet sekitar USD700.
 
Sedangkan untuk rute Tanjungpriok (Jakarta)- Batam ukuran 20 feet hanya sekitar USD250-300, atau rute Jakarta - Singapura untuk ukuran 20 feet sekitar USD450. Hal ini, menurut JK, akan diupayakan oleh pemerintah untuk dapat menekan biaya atau tarif tersebut.
 
"Setidaknya tidak lebih mahal dibandingkan rute Jakarta-Batam. Minimal sama," ujar JK. Wapres JK ke Batam, selain menghadiri Rakerkornas ke-29 Apindo, juga bertemu Dirut Pelindo I, Kepala BP Batam, Menko Perekonomian, Gubernur Kepri, dan Wali Kota Batam membahas beberapa hal, termasuk pengembangan Pelabuhan Batuampar Batam.
 
Kepala Badan Pengusahan (BP) Batam Edy Putra Irawady menambahkan, beberapa perubahan segera akan dilakukan untuk mengembangkan kapasitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar.
 
Crane yang biasanya hanya bisa angkut 5 kontainer per jam, kata Edy Putra, akan ditingkatkan menjadi 30 hingga 45 kontainer per jam. Sehingga kapal tak perlu menginap. Dengan crane yang ada saat ini, tarif menjadi tinggi karena kapal yang masuk ke Batam harus menginap dua hari untuk mengangkut semua kontainer.
 
Selain itu, kata Edy, barang yang akan dikirim harus menumpuk dua hari untuk di bawa keluar. "Kita juga belum punya lokasi untuk mengumpulkan kontainer sebagai titik point, sehingga pengangkutan tiga kali bolak balik, nah ini yang bikin mahal," ujarnya.
 
Nantinya setelah dilakukan konsolidasi, termasuk pergantian fasilitas crane dan perubahan di kegiatan shippingnya, tarif kontainer bisa ditekan, dari USD400 menjadi USD250, yakni USD30 untuk kontainer 40 feet dan USD50 untuk kontainer 20 feet.
 
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyana menambahkan, dalam satu bulan ke depan, perubahan sudah mulai dilakukan di Pelabuhan Batuampar Batam. Tahap pertama atau jangka pendek, Pelindo I akan investasi sekitar Rp500 miliar - Rp1 triliun.
 
Investasi tersebut, kata Bambang, termasuk pengadaan puluhan fasilitas. Di antaranya crane mobile dengan kapasitas yang lebih besar. "Tadinya hanya bisa mengangkut 5 kontainer per jam, dengan crane mobile yang baru, mampu mengangkut 30 hingga 45 kontainer. Sehingga kapal yang masuk ke Batam tidak perlu menginap, terutama bagi kapal berbobot 2.500 TEUs kontainer," ujarnya.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif