Pelaksana tugas Kepala Bidang Pemberatantasan BNN Jawa Tengah, Susanto, memusnahkan 199,5 gram sabu hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang. Medcom.id/Mustholih
Pelaksana tugas Kepala Bidang Pemberatantasan BNN Jawa Tengah, Susanto, memusnahkan 199,5 gram sabu hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang. Medcom.id/Mustholih

BNN Jateng Musnahkan Bukti Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Nasional narkoba lembaga pemasyarakatan
Mustholih • 15 Agustus 2019 17:27
Semarang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah memusnahkan 199,5 gram sabu hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang. Sabu bernilai ratusan juta itu dibakar ke dalam incinerator milik BNN Jawa Tengah.
 
"Dibakar dengan suhu sangat tinggi. Hasil pembakaran dibuang ke atas sehingga tidak bisa dikonsumsi masyarakat," kata Pelaksana tugas Kepala Bidang Pemberatantasan BNN Jawa Tengah, Susanto, Semarang, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Susanto menyatakan BNN Jateng sudah hampir setahun belakangan ini menggunakan incinerator. Dalam setahun, alat yang dipakai BNN Jateng ini sudah membakar 20 kilogram sabu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sabu yang dimusnahkan hari ini merupakan barang sitaan dari Sutan Andi Widakso, kurir yang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada 9 Juli 2019. Hasil pemeriksaan saat itu terungkap bahwa Sutan membawa sabu itu dari Pontianak, Kalimantan Barat.
 
"Tersangka ini disuruh mengambil sabu di Pontianak oleh narapidana di LP Kedungpane bernama Feri Ariyanto alias Paidi," jelas Susanto.
 
Berbekal keterangan ke dua tersangka itu, BNN Jateng bergerak ke Pontianak guna menangkap Minggus Indriansyah, 38, Zupiandi, 26, dan Yusuf, 33. Ketiga orang itu berjejaring dengan Feri Ariyanto, 38, dalam menjalankan bisnis narkotika di Semarang, Jateng.
 
Ironisnya, Minggus yang disebut-sebut berperan sebagai perantara ini merupakan terpidana seumur hidup kasus narkotika di Lapas Pontianak. Sedangkan Yusuf terpidana 5 tahun kasus narkotika di Lapas yang sama dengan Minggus.
 
"Minggus berperan sebagai perantara, Yusuf yang menerima pesanan sabu, dan Zupiandi berperan memberikan sabu ke Sutan," jelas Susanto.
 
Susanto menyatakan sebenarnya ada 200 gram sabu yang diamankan dari ke lima tersangka tersebut. Namun, BNN Jateng memutuskan hanya memusnahkan 199,5 gram. "Sisanya disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan," tegas Susanto.
 

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif