Pekerja sedang merenovasi Gubuk reyot Mang Akol yang terletak di Kampung Sukasari RT07/02 Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa, 15 Oktober 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Pekerja sedang merenovasi Gubuk reyot Mang Akol yang terletak di Kampung Sukasari RT07/02 Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa, 15 Oktober 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Mang Akol Tidak Lagi Tinggal di Gubuk Reyot

Nasional kemiskinan
Hendrik Simorangkir • 15 Oktober 2019 13:55
Tangerang: Aska atau akrab disapa Mang Akol, 52, yang hidup di gubuk reyot selama 13 tahun mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang. Wakil Bupati Tangerang Mad Romli menginstruksikan Camat Jayanti dan Dinas Sosial segera memberikan bantuan kepada Mang Akol untuk dapat hidup dengan layak.
 
"Sudah saya instruksikan ke Pak Camat Jayanti untuk segera dibantu warga (Mang Akol) kita. Beri dia hidup yang layak," kata Romli di Kabupaten Tangerang, Selasa, 15 Oktober 2019.
 
Romli sebelumnya tak tahu jika ada warganya yang tinggal di gubuk reyot. Gubuk tersebut dinilai jauh dari kata layak huni dengan lingkungan dikelilingi empang dan comberan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mang Akol Tidak Lagi Tinggal di Gubuk Reyot
Aska, 52, tidak bisa berjalan karena penyakit rematik yang diderita. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
 
Camat Jayanti CR Inton mengaku sudah melihat langsung dan sudah memberikan bantuan guna membeli sarana prasarana dalam memperbaiki tempat tinggal Mang Akol.
 
"Hari ini tim sudah meluncur ke lokasi bawa pasir, semen dan juga tukang. Kita pakai dulu swadaya kecamatan," ungkap Inton.
 
Inton menjelaskan pihaknya akan menyelesaikan pembangunan rumah milik Mang Akol selama tujuh hari ke depan. Inton mengaku mendapat amanat langsung dari bupati untuk memperbaiki tempat tinggal Mang Akol agar lebih manusiawi.
 
"Seperti yang sudah-sudah, kalau ada perintah pimpinan kami targetkan dengan cepat," jelas Inton.
 
Terkait masalah kesehatan Mang Akol, Inton mengaku jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat. Ia menambahkan, tim medis sudah melakukan kunjungan.
 
"Karena lumpuh dan karena tidak ada yang mengurusi, semua aktivitas baik makan dan buang air pun dilakukan di situ," beber Inton.
 
Sebelumnya Aska alias Mang Akol warga Kampung Sukasari RT07/02 Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, harus hidup merana selama 13 tahun di gubuk reyot. Gubuk yang dihuni Aska tersebut dikelilingi empang dan comberan.
 
Mang Akol harus bertahan hidup dalam gubuk seluas 3x3 meter yang berlantai tanah dan berdinding bilik bambu penuh lubang. Tak ada perabotan rumah tangga, hanya sebuah ranjang kayu usang hingga gulungan plastik dibuatnya sebagai bantal untuk menemani tidur.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif