Tersangka kasus korupsi penyewaan lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada 2015, Jen Tang, tiba di Kejati Sulsel, Kamis, 17 Oktober 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Tersangka kasus korupsi penyewaan lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada 2015, Jen Tang, tiba di Kejati Sulsel, Kamis, 17 Oktober 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Jeng Tang akan Ditahan di Lapas Kelas I Makassar

Nasional kasus korupsi kejaksaan agung
Muhammad Syawaluddin • 17 Oktober 2019 21:47
Makassar: Buronan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Soedirjo Aliman alias Jeng Tang, yang ditangkap tim intelijen Kejasaan Agung, di Jakarta, tiba di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan sekitar pukul 21.30 Wita. Rencananya dia akan dibawa ke Rutan Kelas I Makassar.
 
Jeng Tang yang telah dua tahun kabur sejak ditetapkan tersangka korupsi pada 1 November 2017 oleh Kejati Sulsel datang bersama tim dari Kejaksaan Agung dan penyidik dari Kejati Sulsel dengan menggunakan tiga unit mobil.
 
"Penahanannya di Lapas Kelas I Makassar," kata Wakajati Sulawesi Selatan, Gery Yasid di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat tiba di kantor Kejaksaan Tinggi Negeri langsung dibawa ke lantai 5 atau ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel. Jeng Tang akan menjalani pemeriksaan awal dari penyidik didampingi oleh pengacaranya.
 
Jen Tang masuk ke Kejati Sulawesi Selatan dengan menggunakan rompi berwarna merah muda bertuliskan Tahanan Tipikor Kejati Sulsel. Beberapa keluarga pengusaha kaya Makassar tersebut juga terlihat ikut mendampingi.
 
"Penahanan pertama itu sekitar 20 hari. Pemeriksaan awal didampingi oleh pengacaranya. Setelah itu akan dilakukan penahanan sementara waktu sambil nanti penyelesaian proses lebih lanjut," jelas Gery.
 
Jeng Tang merupakan buronan ke-345 sejak program tabur 31.1 diluncurkan pada 2018. Jeng Tang merupakan bos PT Jujur Jaya Sakti. Dia jadi tersangka tindak pidana korupsi penggunaan atau penyewaan lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada 2015.
 
Tersangka mengklaim tanah tersebut miliknya lalu menyewakan lahan negara kepada PT Pembangunan Perumahan (PP) untuk akses jalan menuju proyek reklamasi Makassar New Port (MNP) senilai Rp500 juta.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif