Wali Kota Risma saat bersih-bersih saluran di kawasan Jalan Barata Jaya, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya.  (Foto: Istimewa)
Wali Kota Risma saat bersih-bersih saluran di kawasan Jalan Barata Jaya, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Ditunjuk Risma, Bangunan Langsung Dibongkar

Nasional bencana banjir
Syaikhul Hadi • 13 Februari 2020 12:34
Surabaya: Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini, menemukan banyak bangunan permanen berdiri di atas saluran air. Ia menduga bangunan-bangunan itu menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Pahlawan.
 
Salah satu kawasan dengan bangunan di atar saluran air ditemukan di Jalan Barata Raya, Kelurahan Baratajaya, Gubeng, Surabaya. "Ini dibongkar saja," singkat Risma, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Menurut Risma, pembongkaran dilakukan untuk membuka saluran air yang diyakini tersendat. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya kemudian mengeruk saluran itu untuk membersihkan lumpur yang mengendap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau sudah (dikeruk), tolong PMK (Dinas Pemadam Kebakar) semprot saluran itu," kata Risma.
 
Ditunjuk Risma, Bangunan Langsung Dibongkar
Alat berat saat membongkar bangunan permanen di atas saluran air. (Foto: Istimewa)
 
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati, mengatakan bangunan yang berdiri di atas saluran air tidak semuanya dibongkar. Ada pula yang hanya dibuatkan petak kecil dengan lubang untuk memudahkan kontrol saluran air.
 
“Beberapa ada yang dibongkar dan nanti juga ada yang hanya dilubangi, supaya tidak ada genangan lagi di sini,” singkat Erna.
 
Camat Gubeng Suprayitno menambahkan kawasan Baratajaya memang kerap banjir. Setelah dicek, beberapa saluran air buntu sehingga tak mampu mengalirkan atau menampung air hujan.
 
“Masalahnya banyak bangunan atau lantai permanen di atas saluran itu, sehingga petugas kesulitan untuk melakukan pengerukan,” imbuhnya.
 
Dia pun meminta warga untuk tidak membangun lantai atau bangunan permanen di atas saluran. Jika hal itu terus dilakukan, banjir tidak akan bisa teratasi.
 
"Supaya lebih gampang dikeruk dan tidak buntu, jangan mendirikan bangunan. Nanti kami akan sosialisasi dan ajak warga untuk terus giat kerja bakti, supaya lingkungan di sekitar ini tidak lagi tergenang,” pungkasnya.
 


 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif