Dua pengendara melintas di jalan Ngurah Rai saat hari pertama penerapan PKM di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat, 15 Mei 2020. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)
Dua pengendara melintas di jalan Ngurah Rai saat hari pertama penerapan PKM di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat, 15 Mei 2020. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)

Bali Siapkan Konsep Reborn Pariwisata Usai Pandemi Covid-19

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Arnoldus Dhae • 22 Mei 2020 16:14
Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali tengah mempersiapkan beberapa konsep reborn pariwisata Bali pascapandemi covid-19. Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, menjelaskan, seluruh stakeholder pariwisata Bali bersama pemerintah bertanggung jawab menuju era new normal.
 
"Saat ini kami tinggal menunggu perintah dari gubernur, kapan pariwisata Bali dibuka. Kami tidak bisa mendesak karena pemerintah masih fokus pada covid-19. Bila keadaan sudah normal, pariwisata Bali akan segera dibuka. Kami mohon semua agar bersabar. Semua pasti akan berlalu asal semuanya hidup tertib," ujarnya, di Denpasar, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Menurut Putu, beberapa yang akan dikembangkan antara lain keamanan di hotel dari potensi penyebaran covid-19. Termasuk restoran, destinasi wisata, hingga perlakuan terhadap turis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, kata dia, pariwisata new normal akan mengedepankan keamanan dan kenyamanan. Turis tidak menularkan virus kepada karyawan, dan sebaliknya karyawan yang bekerja di sektor pariwisata tidak menularkannya kepada turis.
 
Baca juga:H-3 Lebaran, 367 Ribu Kendaraan Meninggalkan Jakarta
 
"Untuk itu, salah satunya adalah seluruh turis yang ke Bali harus menunjukkan surat keterangan bebas covid-19 dengan pemeriksaan swab. Ini demi keamanan dan kenyamanan pariwisata Bali," kata dia.
 
Selain itu, jarak meja makan di restoran juga akan diatur minimal 1,5 meter. Kemudian, jarak kamar hotel akan diatur sesuai kebijakan masing-masing manajemen. Di setiap titik yang memungkinan akan disiapkan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir.
 
Pada prinsipnya, imbuh Putu, baik wisatawan maupun industri senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, mengukur suhu tubuh, menghindari kerumunan yang tidak perlu, membatasi penumpang transportasi pariwisata sesuai protokol covid-19.
 
"Kami minta teman-teman di industri pariwisata untuk bersabar. Yakinlah, bahwa setelah di Bali tidak ada lagi transmisi lokal covid-19, pariwisata Bali akan segera dibuka untuk semua, baik asing maupun lokal," pungkasnya.

 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif