Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/Amaluddin
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/Amaluddin

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp161 Miliar untuk PSBB Surabaya Raya

Nasional Virus Korona PSBB
Amaluddin • 18 Mei 2020 08:46
Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah menggelontorkan bantuan senilai Rp161,6 miliar, untuk mensukseskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya. Bantuan itu berupa sembako, dapur umum, alat pelindung diri (APD), dan bantuan bagi warga terdampak covid-19.
 
"Itu total secara kumulatif untuk Surabaya Raya sampai hari ini Rp161,6 miliar. Itu tidak termasuk layanan kesehatan, untuk tiga rumah sakit (RS) milik Pemprov Jatim, RSUD Dr Soetomo, RS Jiwa Menur, dan RS Haji Sukolilo," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu malam, 17 Mei 2020.
 
Dari Rp161,6 miliar itu, lanjut Khofifah, Surabaya mendapat bantuan terbanyak di banding Sidoarjo dan Gresik. Misalnya bantuan APD untuk RS rujukan covid-19 di Surabaya total Rp31,9 miliar. "Ini yang disupport oleh Pemprov yang sebagian besar dari donatur, berupa hazmat, masker, sarung tangan, cover sepatu," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian untuk bantuan sembako yang berisi gula, beras, minyak goreng dan lainnya sejumlah 13.329 paket sembako dengan nilai Rp2,37 miliar. Sembako dibagikan secara parsial, untuk kelompok yang sudah terkonfirmasi sebagai penerima bantuan.
 
Baca:Khofifah Izinkan Warga Jatim Salat Idulfitri dengan 5 Syarat
 
Sementara untuk dapur umum, total bantuan yang diberikan Pemprov Jatim kepada daerah Surabaya Raya senilai Rp1,354 miliar. "Di Gresik mendapat Rp248,4 juta yang dapur umumnya difokuskan di Makodim Gresik. Di Surabaya senilai Rp774 juta di lima titik dapur umum. Di Sidoarjo Rp331 juta di satu titik (Mapolres Sidoarjo)," kata Khofifah.
 
Selain itu, Khofifah menyebut Pemprov Jatim juga memberdayakan 20 pedagang kaki lima (PKL), di setiap dapur umum yang diminta untuk menyiapkan 50 nasi bungkus saat buka puasa dan 50 saat sahur. "Yang sudah disupport oleh Pemprov Jatim melalui PKL total sudah 15 ribu bungkus untuk Surabaya saja. Kalau di total dengan gresik dan Sidoarjo ada 18.500 ribu bungkus. Jika dirupiahkan untuk PKL senilai Rp227,5 juta," ujarnya.
 
Selanjutnya bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk warga terdampak covid-19 di Surabaya Raya senilai Rp38,69 miliar. Untuk Gresik ada 3.448 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai total Rp1,03 Miliar, lalu di Sidoarjo ada 6.773 KPM dengan nilai Rp2 miliar, dan Surabaya ada 118.758 KPM setara Rp35,6 miliar.
 
"Ini adalah suplemen BPNT berdasarkan KPM yang berbasis kelurahan. Surabaya dapat porsi sangat besar, karena semua daerah Surabaya berbasis kelurahan. Sementara Sidoarjo dan Gresik hanya kecamatan kota yang berbasis kelurahan, dan setiap KPM mendapatkan top up Rp100 ribu per bulan selama tiga bulan," jelasnya.
 
Selain BPNT berbasis kelurahan, Pemprov Jatim juga memberikan bansos yang pendistribusiannya diserahkan ke masing-masing pemerintah kabupaten/kota. "Asumsinya siapa saja yang terdampak covid-19 yang belum tersisir bansos, JPS dan bantuan lainnya yang paling tahu adalah bupati/wali kota," katanya.
 
Untuk bansos yang ini, Kabupaten Gresik ada 35 ribu KPM, lalu Surabaya 45 ribu KPM, dan Sidoarjo 65 ribu KPM. Semua KPM akan mendapatkan bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan. Total Bansos untuk Surabaya Gresik, dan Sidoarjo sebesar Rp87 miliar untuk 145 ribu KPM di Surabaya Raya.
 
"Secara kumulatif bantuan dari Pemprov Jatim ke Kota Surabaya adalah sebesar Rp 89,875 miliar. Lalu Sidoarjo total Rp46,9 miliar dan Gresik total Rp23,9 miliar,"jelasnya.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif