NEWSTICKER
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Adam Dwi

Ma'ruf Dorong Bangka Belitung Jadi Provinsi Halal

Nasional wapres maruf amin
Antara • 27 Februari 2020 05:38
Pangkalpinang: Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin mendorong Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi provinsi halal. Ini sebagai langkah awal pemerintah menjadikan Indonesia sebagai produsen produk halal di dunia.
 
"Babel mau menjadi provinsi halal yang memulai produsen halal di Indonesia," kata Ma'ruf saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII, di Pangkalpinang, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Ia mengatakan selama ini Indonesia hanya sebagai konsumen halal terbesar dunia dan belum menjadi produsen. "Karena itu, kita ingin Indonesia ke depannya menjadi produsen terbesar halal di dunia," kata Ma'ruf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf menambahkan beberapa provinsi sudah ingin membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal. Misalnya, Riau dan Banten. "Sudah meminta KEK halal," ujar Ma'ruf.
 
Menurut dia, selama ini Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya bisa memberi stempel halal. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, negara di Eropa, Jepang, Australia, hingga Korea Selatan meminta pengakuan halal dari Indonesia.
 
"MUI sangat luar biasa, karena bisa menancapkan halal di negara-negara maju, tetapi juga merah putih di negara-negara maju tersebut. Tetapi balik lagi hanya stempel bukan sampel produk negara-negara maju tersebut," katanya pula.
 
Baca:Bangka Belitung Bisa Jadi Role Model Industri Halal Indonesia
 
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan akan terus memajukan kegiatan ekonomi dengan mengedepankan ekonomi halal di Negeri Serumpun Sebalai ini. Makanya, pemerintah provinsi terus melakukan seminar-seminar seperti Bangka Belitung Internasional halal.
 
Ia berharap akan ada satu kebijakan dan deklarasi yang mengedepankan ekonomi umat. Islam harus tampil menguasai ekonomi Tanah Air. Kongres ulama se-Indonesia ini diharapkan bersama-sama memajukan umat dan ekonomi halal di Tanah Air.
 
"Naif rasanya, ketika negara kita mayoritas Islam tetapi persentase ekonomi halalnya Indonesia tidak termasuk sebagai negara produsen produk halal," ujarnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif