Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi. (Medcom.id/Amal)
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi. (Medcom.id/Amal)

Pemprov Jatim Bantah Pernyataan Risma Soal Pasien Covid-19 di Surabaya

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 11 Mei 2020 22:59
Surabaya: Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, membantah 50 persen pasien korona yang menghuni rumah sakit di Surabaya adalah warga luar Surabaya. Hal ini mementahkan pernyataan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengeluhkan banyaknya pasien covid-19 memenuhi RS di Surabaya.
 
"Kesiapan RS di daerah luar biasa, jadi tidak pernah ada rujukan dari luar (ke Surabaya). Karena memang kesiapannya luar biasa. Sidoarjo contohnya, bisa merawat 125 pasien, mereka mengembangkan 60 ruang isolasi. Jadi tidak pernah ada rujukan itu," kata Joni, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin malam, 11 Mei 2020.
 
Joni juga menyebut 95 persen pasien yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo adalah warga Surabaya. Sementara sisanya pasien rujukan dari luar Surabaya. "Rumah sakit di Soetomo yang saya tahu persis, pasien itu 95 persen itu ya orang Surabaya. Saya gak tau di rumah sakit lain, apakah memang banyak yang dirawat yang dari luar. Perlu diupdate datanya, karena di Soetomo tidak berbicara seperti itu," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joni kemudian mengingatkan terkait etika kedokteran, dan pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). Kata Joni, seluruh dokter bersepakat bahwa dalam merawat pasien, tidak boleh membeda-bedakan berdasarkan ras, agama, kedaerahan, ataupun politik.
 
"Itu etika kedokteran. Artinya kalau Pemerintah Provinsi Jatim membuat rumah sakit khusus untuk masyarakat Jatim, dan orang Kalimantan, orang Jawa Tengah gak boleh masuk itu gak etis. Gak diperkenankan di dunia kedokteran. Coba dibuka etika kedokteran," jelas Joni.
 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menyebut warga dari daerah lain, memenuhi rumah sakit di Kota Pahlawan. Bahkan berdasarkan data yang dimilikinya, pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit Surabaya, sebanyak 50 persen adalah warga luar Surabaya. "Bahkan, terdeteksi di Rumah Sakit Soewandhie dan Rumah Sakit BDH pasien Covid-19 dari luar Surabaya datang langsung ke UGD," kata Risma.
 
Risma membayangkan ketika pasien covid-19 dari luar daerah yang berobat ke RS di Surabaya itu adalah orang tanpa gejala (OTG). Menurutnya itu akan sangat menyulitkan. "Bayangkan kalau itu OTG lalu kemana-mana di Surabaya, misalnya ke warung makan dan tempat lain, tentu ini yang membuat berat kepada kami di Surabaya. Belum lagi kalau dia bawa keluarga, sedangkan di salah satu keluarganya sudah ada yang positif Covid-19," ujar Risma.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif