Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Angka Stunting Tinggi, Yogyakarta Ciptakan Gerakan Ortu Penting

MetroTV • 29 Juni 2022 10:25
Yogyakarta: Angka stunting atau tengkes di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 17 persen. Angka ini lebih tinggi 3 persen dari target angka stunting nasional sebesar 14 persen. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY pun membuat Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting (Ortu Penting). 
 
"Kalau ada orang yang punya kepedulian sebagai orang tua asuh untuk anak stunting itu silakan. Mereka bisa mengambil satu atau dua anak stunting,” ujar Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo dalam program Headline News, Metro TV, Rabu, 29 Juni 2022. 
 
Gerakan Ortu Penting ini dibuat BKKBN DIY untuk mendorong masyarakat menjadi orang tua asuh anak stunting dengan memberikan bantuan berupa protein hewani. Hasto Wardoyo berharap program ini dapat membantu anak stunting dan risiko stunting memenuhi gizinya selama enam bulan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan saya ini menjadi suatu kegiatan kepedulian sosial yang langsung diberikan kepada yang bersangkutan. Saya hitung-hitung sehari Rp15.000. Kalau membantu 6 bulan saja sudah lumayan,” kata Hasto Wardoyo.
 
Kabupaten Gunungkidul dilaporkan menjadi kabupaten dengan kasus dan risiko stunting tertinggi. Sebesar 20,6 persen anak di kabupaten terluas di DIY ini mengalami stunting. Tingginya angka kasus dan risiko stunting tersebut juga tidak terlepas dari masih tingginya angka pernikahan dini. 
 
Baca: Peringati Harganas, Mendagri Ingatkan Peran Penting Keluarga
 
Anak yang lahir dari pernikahan dini rentan risiko stunting. Oleh karena itu, Kabupaten Gunungkidul menggencarkan program Kampung Keluarga Berencana (KB). Program ini sudah berjalan di 30 lokasi dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan akan pentingnya menghindari pernikahan dini. (Fatha Annisa)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif