Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

6 Anggota Polda Babel Dikeroyok Saat Selidiki Dugaan Penyimpangan BBM Bersubsidi

Nasional bbm bersubsidi Penganiayaan polisi Bangka Belitung Pengeroyokan
Media Indonesia • 27 April 2022 15:40
Pangkalpinang: Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyelidiki kasus pengeroyokan enam anggota Ditreskrimsus Polda Babel oleh orang tidak dikenal (OTK). Anggota-anggota itu dianiaya saat menyelidiki dugaan penyimpangan BBM bersubsidi di sebuah SPBU.
 
Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Maladi menjelaskan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel saat ini sedang gencar melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM.
 
Salah satu pemantauan itu dilakukan di SPBU Namang Bangka Tengah, yang diduga terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan BBM. Pada Senin, 22 April kemarin petugas SPBU dimintai keterangan oleh polisi yakni AO alias Afui selaku pengawas SPBU, FI selaku admin SPBU dan BEU
selaku petugas nosel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berdasarkan hasil keterangan ketiga orang tersebut ada indikasi penyelewengan, untuk itu anggota Ditreskrimsus sekitar pukul 22.00 WIB  itu menghantarkan saudara FI ke SPBU tersebut. Ternyata pada saat mengantar tersebut ada yang mengadang anggota datang ke SPBU, setelah
melakukan pemukulan kabur, orangnya siapa, kita nggak tahu," kata Maladi di Mapolda Babel, Rabu, 27 April 2022.
 
Baca: Aniaya Petugas e-Parking, Pria Pengancam Bobby Nasution jadi Tersangka
 
Pada kejadian itu enam orang anggota Ditreskrimsus Polda Babel dipukul oleh sembilan OTK.
"Kurang lebih ada sembilan orang yang mukul, karena gelap habis tarawih itu SPBU sudah tutup, anggota enggak ada yang terluka, ya dipukul polisi biasa lah. Pemukulan tangan kosong, tidak menggunakan senjata," jelasnya.
 
Diduga yang melakukan pemukulan terhadap enam orang anggota tersebut adalah oknum aparat keamanan. Disinggung mengenai kebenaran pemukulan oleh oknum aparat keamanan,
Maladi belum bisa memberikan kepastian.
 
"Itu kata kamu (wartawan), polisi ini memintai keterangan orang SPBU, kita ini bicara penyelidikan, kita enggak bisa mengatakan oh gini oh gini, enggak. Kita bicara fakta hukum, makanya saya bilang ke rekan-rekan kemarin saya konfirmasi. Misalnya diduga dari sini, kita serahkan kepada yang berkompeten di situ," ungkapnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif