NEWSTICKER
Ilustrasi--Sejumlah anggota polisi yang mengangkut bantuan logistik dengan perahu motor melintas di dekat lokasi guguran material vulkanik Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. (foto: ANTARA/Adwit Pramono)
Ilustrasi--Sejumlah anggota polisi yang mengangkut bantuan logistik dengan perahu motor melintas di dekat lokasi guguran material vulkanik Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. (foto: ANTARA/Adwit Pramono)

Warga Mengungsi Pascaguguran Lava Gunung Karangetang

Nasional erupsi gunung
Dhika Kusuma Winata • 26 Agustus 2019 13:23
Jakarta: Pemerintah Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, mengevakuasi 17 kepala keluarga dari Kampung Winangun Lindongan II Kecamatan Siau, pascaguguran lava Gunung Karangetang. Warga ditempatkan sementara di Gereja Galilea di Kampung Kinali, Siau Barat Utara.
 
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan gunung dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut itu mengalami gempa guguran lava dengan jumlah amplitudo 3-6 milimeter berdurasi 53-60 detik pada Minggu, 25 Agustus 2019.
 
"Jumlah penyintas 50 jiwa. Mereka sementara mengungsi di gereja dan telah mendapatkan kebutuhan dasar seperti matras dan beras," ucap Agus, Senin, 26 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pantauan Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu, 25 Agustus 2019, pukul 18.00 Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), guguran lava dari puncak kawah utama mengarah ke Kali Sense, Kali Nanitu dan Kali Pangi.
 
Lava meluncur sejauh 1-1,5 kilometer ke Kali Sense dan Kali Nanitu, sedangkan lava yang mengalir ke Kali Pangi bergerak sejauh dua kilometer. Berdasarkan pemantauan, juga terjadi kepulan asap kelabu kecoklatan tipis hingga tebal dan asap kawah putih tipis tampak dengan ketinggian hingga 25 meter.
 
Baca juga: Gunung Karangetang Muntahkan Guguran Lava
 
PVMBG masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada level III atau siaga. Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak mendekati, melakukan pendakian, atau beraktivitas di dalam zona bahaya radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan). Masyarakat juga diminta menjauhi area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh empat kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.
 
Agus juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Karangetang agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
 
"Dan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif