Sidang putusan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kamis 23 Januari 2020,   Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Sidang putusan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kamis 23 Januari 2020, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Vonis Pelajar Bunuh Begal Sudah Sesuai Pertimbangan

Nasional pembunuhan
Daviq Umar Al Faruq • 23 Januari 2020 19:37
Malang: Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjatuhkan vonis kepada terdakwa ZA, 17, dengan hukuman pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Wajak, Kabupaten Malang. Pelajar di salah satu SMA di Kabupaten Malang itu divonis dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.
 
Humas Pengadilan Negeri Kepanjen, Yoedi Anugrah, mengatakan putusan yang dikeluarkan telah mempertimbangkan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh ZA. Sebab, ZA terbukti secara sah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal.
 
"Sehingga hakim dengan segala pertimbangannya menjatuhkan vonis pembinaan selama satu tahun," katanya, Kamis. 23 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yoedi menjelaskan hukuman berupa pembinaan tersebut bakal mendapatkan pendampingan dari Balai Pemasyarakat (Bapas) dan LKSA Darul Aitam sebagai tempat yang direkomendasikan. Masa pembinaan akan dikurangi sejak penanganan hukumnya.
 
"Jadi di lembaga tersebut akan diberikan adalah pelatihan-pelatihan serta juga pembinaan mental. Karena hakim mempertimbangkan ZA bisa memperbaiki dirinya selama pembinaan berjalan," jelasnya.
 
Dia menambahkan putusan ini bersifat segera karena telah memiliki keputusan hukum tetap. Semua keputusan yang dikeluarkan telah melalui pertimbangan hakim.
 
"Pertimbangan hakim masuk pidana berat, perbuatan diawali dengan penganiayaan sampai mengakibatkan meninggal. Menghilangkan nyawa ini dinilai hakim kategori berat," pungkasnya.
 
Pengadilan Negeri Kepanjen memvonis ZA, 17, dengan hukuman pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Wajak. Hakim tunggal Nuny Defiary, mengatakan, terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap korban, Misnan, 35.
 
"Kami menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun. Sang anak diberikan pendampingan dan pembimbingan," katanya.
 


 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif