Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Satu Jenazah Korban Banjir di Morowali Dievakuasi

Nasional longsor bencana longsor bencana banjir
ant • 13 Juni 2019 18:39
Palu: Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan langsung mengevakuasi satu jenazah korban banjir di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis, 13 Juni 2019. Jenazah ditemukan di bawah tumpukan kayu di tepi sungai Dampala yang terseret arus banjir.
 
"Identitas korban diketahui bernama Bachtiar (29) warga Desa Dampala,
Kecamatan Bungku Tengah, jenazah ditemukan sekitar pukul 11.30 Wita," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu Basrano.
 
Menurut Basrani, Bachtiar merupakan salah seorang karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Perusahaan itu bergerak di industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia berkedudukan di Morowali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu korban lainnya bernama Adi (29) masih dalam upaya pencarian oleh tim SAR gaubungan terdiri dari Basarnas, Tagana dan masyarakat setempat. Keduanya hilang sejak
Senin 11 Juni 2019. sekitar pukul 09.00 pagi saat berusaha menyeberang Sungai
Dampala ketika air masih mengalir deras.
 
Basrano menjelaskan pencarian dua korban yang terseret arus banjir oleh tim SAR gabungan dimulai pukul 07.00 pagi dengan menyisir aliran sungai.
 
"Korban di masukan ke kantong jenazah dan diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan," tambahnya.
 
Setelah jenazah diantar ke rumah duka, tim SAR melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang. "Mudah-mudahan korban yang masih hilang segera di temukan," harap Basrano.
 
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Morowali sejak sepekan terakhir mengakibatkan ratusan rumah penduduk dan bangunabn pemerintah serta fasilitas umum rusak, namun tidak ada korban jiwa selain Bachtiar dan Adi.
 
Banjir disebabkan tingginya curah hujan sejak sepekan sebelum Lebaran dan kondisi diperparah karena hutan di hulu Sungai Dampala sudah gundul akibat pembukaan lahan-lahan tambang nikel.
 
Bencana banjir juga memutus akses darat, sedikitnya ada empat jembatan permanen di jalan trans Sulawesi Sulteng-Sulawesi Tenggara ambruk.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif