Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Jateng Ekspor 283 Ton Hasil Pertanian ke Berbagai Negara

Nasional ekspor-impor
Mustholih • 19 November 2019 16:06
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengekspor 283 ton hasil pertanian ke Belanda, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, dan Iran. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, didaulat melepas pengiriman hasil pertanian senilai Rp35 miliar itu Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.
 
"Sangat membanggakan. Dari Jateng, kita ekspor produk pertanian. Dalam persiapan sangat singkat, Pak Ganjar mampu menjadi contoh peningkatan ekspor di Indonesia. Saya berharap daerah lain dapat melakukan hal yang sama," kata Syahrul Yasin Limpo di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 19 November 2019.
 
Yasin mengatakan ekspor hasil pertanian Indonesia memang harus digenjot. Kalau bisa, lanjut Yasin, hasil bumi Indonesia harus menjadi komoditas internasional. "Mari kita lebih banyak bicara ekspor. Ini tidak mudah, membutuhkan upaya keras dari semua pihak. Sekarang tinggal membutuhkan kemauan, semangat dan kebersamaan," jelas Yasin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil pertanian yang diekspor ke luar negeri, antara lain, porang, edamame, bungkil, minyak kapok, sarang walet, cengkeh, kopi, dan biji pinang. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengakui wilayahnya memiliki cukup besar potensi pertanian yang belum dikelola dengan baik.
 
Bahkan, kata Ganjar, beberapa produk pertanian yang dianggap sepele oleh warga Jateng ternyata bernilai ekspor. "Misalnya daun sirsak kering, tokek, ular, bunga melati, ternyata itu bisa diekspor," kata Ganjar.
 
Ke depan Ganjar berencana menugaskan anak buahnya membantu para petani meningkatkan komoditas mereka sesuai standar ekspor. Kalau perlu, komoditas ekspor itu sudah menjadi produk olahan. "Nanti akan kita undang investor untuk mengolah itu. Saat ini sudah ada, namun skalanya masih kecil," ungkap Ganjar.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif