NEWSTICKER
Petugas Jumantik mengecek di saluran dan bak mandi di Surabaya. (Foto: Dok./Humas Pemkot)
Petugas Jumantik mengecek di saluran dan bak mandi di Surabaya. (Foto: Dok./Humas Pemkot)

Dinkes Surabaya Intensifkan Gerakan Jumantik Cegah DBD

Nasional demam berdarah
Syaikhul Hadi • 16 Januari 2020 20:24
Surabaya: Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jawa Timur, mengintensifkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD).
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan jumantik didasarkan atas Peraturan Menteri Kesehatan 1501/MENKES/PER/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.
 
“Kami melakukan pendampingan dan monitoring Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik oleh 22.995 orang kader jumantik di bawah koordinasi puskesmas, camat, dan lurah,” kata Febria, Kamis, 16 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para jumantik bertugas sebagai mitra puskesmas mencegah dan menurunkan angka penyakit DBD. Kader ini juga berwenang memantau kondisi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap jumat.
 
“PSN (bertugas melakukan) pemantauan tempat perkembangbiakan, cara pemberantasan, mengetahui siklus nyamuk, memahami Angka Bebas Jentik (ABJ), dan mengetahui penggunaan larvasida (bubuk pembunuh jentik),” jelasnya.
 
Dinkes bersama kader lingkungan juga menerapkan sistem '3M PLUS', yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang. Plusnya, mengganti air vas bunga, memperbaiki saluran dan talang yang tidak lancar. Termasuk menutup lubang-lubang pada potongan pohon, menaburkan bubuk pembunuh jentik, serta memelihara ikan pemakan jentik di kolam.
 
“Lalu memasang kawat kasa di jendela, mengatur barang secara rapi dalam ruangan, memakai obat yang mencegah gigitan nyamuk, penanaman bunga pengusir nyamuk dan membersihkan lingkungan,” jelasnya.
 
Kendati demikian, ia meminta masyarakat yang mengalami gejala DBD agar langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. DBD umumnya ditandai oleh demam tinggi, ruam atau bintik merah pada kulit, dan nyeri pada otot sendi.
 
“Lalu pusing, mual, muntah, nafsu makan menurun, nyeri ulu hati. Masyarakat harus lebih aktif dan bisa meningkatkan kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD,” tandasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif