Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, saat memberikan pengarahan secara daring pada puncak peringatan Hari Santri 2020 dan Dies Natalis FISIP-UB ke-17, Selasa 10 November 2020/istimewa.
Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, saat memberikan pengarahan secara daring pada puncak peringatan Hari Santri 2020 dan Dies Natalis FISIP-UB ke-17, Selasa 10 November 2020/istimewa.

Indonesia Harus Tunjukkan Islam Rahmatan Lil Alamin

Nasional islam prancis maruf amin
Daviq Umar Al Faruq • 10 November 2020 16:40
Malang: Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, mengatakan Indonesia memiliki tanggung jawab sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia. Yakni dalam menghadapi tudingan negatif tentang Islam dari bangsa-bangsa barat.
 
"Indonesia harus mampu menunjukkan Islam yang rahmatan lil alamin," katanya saat memberikan pengarahan secara daring pada puncak peringatan Hari Santri 2020 dan Dies Natalis FISIP-UB ke-17, Selasa 10 November 2020.
 
Ma'ruf menambahkan, terdapat banyak tantangan bagi umat Islam yang berawal dari ketidakpahaman masyarakat Barat, Amerika Serikat (AS) dan Eropa tentang Islam. Tantangan itu berupa kesan negatif terhadap Islam, juga Islamphobia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya, negara-negara Islam dinilai sebagai negeri konflik dan kekerasan. Bahkan, sekitar 41 persen warga AS menilai Islam mendorong munculnya terorisme dan kekerasan, 44 persen menganggap Islam tidak bisa beriringan dengan demokrasi.
 
Baca:Dubes Prancis: Beda Budaya Persulit Pemahaman Pidato Macron Atas Islam
 
"Islamphobia meningkat di AS dan Eropa. Persoalan terbaru terjadi di Perancis," ujar Ma'ruf.
 
Selain itu, kondisi di internal negara Islam, menurut Wapres, juga perlu perhatian, yakni kondisi sosial ekonomi umat yang masih memprihatinkan. Sebanyak, 350 juta orang di negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berpenghasilan di bawah $ 1,25 per hari. Tingkat pengangguran juga di atas rata-rata pengangguran dunia.
 
Di sisi lain, pesantren di Indonesia diyakini sebagai pusat pendidikan keagamaan yang moderat. Sehingga diyakini mampu menangkal dan melindungi masyarakat dari radikalisme.
 
"Pesantren ikut mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin," tegasnya.
 
Ma'ruf Amin meminta perguruan tinggi untuk membangun jaringan dengan pesantren. Khususnya dalam pendidikan sains dan teknologi. Dia menyebutkan jumlah pesantren di Indonesia sekitar 28 ribu dengan sekitar 18 juta santri.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif