Konferensi pers kasus pemerkosaan anak di Mapolresta Banda Aceh, Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati
Konferensi pers kasus pemerkosaan anak di Mapolresta Banda Aceh, Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati

Diancam Dibunuh, Ayah Kandung di Aceh Tega Perkosa Anaknya Sendiri

Nasional pemerkosaan kekerasan
Fajri Fatmawati • 28 Oktober 2020 15:47
Banda Aceh: Kasus pemerkosaan kembali terjadi di tanah rencong, seorang ayah kandung memperkosa anak kandungnya sendiri hingga empat kali sejak 2015. Saat hendak diperkosa korban diikat dan diancam akan dibunuh.
 
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, mengatakan pelaku berinisial CA, 62, melakukan aksi bejatnya kepada anak kandungnya sendiri yang berusia 16 tahun tersebut sejak Juni 2015 di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
 
"Pelaku ini adalah bapak kandung korban, kasus ini terungkap pada 18 Oktober 2020, karena dilaporkan oleh abang kandung korban," kata Ryan, Rabu 28 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, korban yang sudah empat kali diperkosa sejak Juni, November-desember 2105, 2017, dan terakhir pada Agustus 2020, diancam akan dibunuh jika berani membeberkan aksi bejat yang dilakukan oleh ayah kandungnya tersebut kepada orang lain.
 
"Pelaku memperkosa anaknya sebanyak empat kali di dalam kamar korban, dengan cara mengikat tangan korban meggunakan jilbab dan menutup wajah korban dengan bantal serta mengancam dengan sebuah pisau dengan ancaman akan membunuh korban apabila tidak mau menuruti kemauannya," ujarnya.
 
Baca:Jam Malam di Tasikmalaya Dicabut
 
Setelah diperkosa, lanjut Ryan, pelaku mengunci kamar korban dengan maksud agar pelaku dapat kembali memperkosanya untuk yang kedua kali. Namun, pada saya itu korban berhasil melarikan diri melalui jendela kamar.
 
"Kemudian korban menghubungi temannya agar dijemput, setelah berada dirumah temannya korban pun menceritakan kejadian tersebut kepada temannya, atas inisiatif temannya menceritakan kejadian tersebut kepada Abang kandung korban," ucap Ryan.
 
Ryan mengungkapkan, Setelah abang korban melaporkan kepolisi, pelaku sempat kabur ke arah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kemudian polisi berhasil menangkap pelaku di Desa Pantong Makmur, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya, Aceh.
 
"Barang bukti yang kita amankan berupa sehelai jibab hitam, satu buha pisau dapur bergagang kayu, dan bantal. Motif pelaku ini karena tergiur dengan tubuh anaknya, saat dia melihat anaknya sehabis mandi menggunakan handuk. Dan mengintip anaknya lewat lubang kamar yang bersebelahan dengan kamar pelaku," jelasnya.
 
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif