Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Tinggi Air Citarum Naik, Warga Bandung Diminta Siaga Banjir

Nasional bencana alam antisipasi banjir bencana banjir
Antara • 21 Oktober 2020 16:54
Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meminta warga siaga banjir mengingat tinggi muka air (TMA) di Sungai Citarum yang mulai naik akibat intensitas hujan yang meningkat.
 
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi sangat mungkin meningkatkan permukaan air Sungai Citarum hingga menyebabkan luapan air ke pemukiman seperti yang biasa terjadi.
 
"Di lingkungan sekitar masyarakat bisa selalu melakukan pembersihan, antisipasi kalau memang mungkin ada potensi sumbatan air sungai," kata Hendra, Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Selasa, 20 Oktober 2020, hujan di wilayah Bandung Raya terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Hujan di berbagai wilayah itu mengalirkan air hingga bermuara di Sungai Citarum.
 
Pada saat itu, pihak BPBD mencatat TMA Sungai Citarum di kawasan Dayeuhkolot mencapai tinggi lima meter. Namun hingga Rabu pagi, belum ada laporan genangan banjir yang cukup berarti.
 
Baca juga:Jasad Wanita Ditemukan di Mobil Terbakar di Sukoharjo
 
Meski begitu, Hendra mengingatkan masyarakat harus tetap waspada dan bersiap siaga sepanjang waktu karena hujan saat ini bisa turun kapan saja dengan potensi intensitas yang tinggi.
 
"Kalau saya lebih cenderung mengingatkan, berapapun TMA-nya, kita harus cepat melakukan kewaspadaan di masyarakat," ungkapnya.
 
Menurutnya ada tujuh wilayah yang ia minta untuk bersiaga menghadapi banjir langganan tersebut. Di antaranya wilayah Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Solokan Jeruk, Rancaekek, Majalaya, dan Banjaran.
 
Selain banjir genangan, ia juga meminta warga secara umum mewaspadai adanya banjir bandang. Termasuk berkoordinasi dengan masyarakat yang bermukim di kawasan hulu untuk melaporkan apabila ada tanda-tanda yang memungkinkan terjadinya banjir bandang.
 
"Kalau ada informasi manual, dari para komunitas pegiat kebencanaan di hulu, misalnya informasi deras hujan tinggi, di hilir kami segera lakukan antisipasi," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif