Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

104 Kali Gempa Menggucang Banten

Nasional gempa
Hendrik Simorangkir • 04 November 2019 16:41
Tangerang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tangerang mencatat sebanyak 104 kali gempa tektonik terjadi di wilayah Banten selama Oktober 2019. Kekuatan gempa yang terjadi bervariasi dari magnitudo 1,9 hingga magnitudo 6,0 dengan kedalaman dangkal (kurang dari 60 km) dan menengah (60-300 km).
 
Kepala BMKG Tangerang Suwardi, mengatakan sebaran pusat gempa (episenter) umumnya berada di laut, yaitu zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat. Gempa dengan kekuatan 5 magnitudo dominan terjadi yaitu sekitar 58 persen (60 kejadian), diikuti gempabumi dengan kekuatan magnitudo 3 sebesar 39 persen (41 kejadian), serta gempabumi dengan magnitudo 5 sebesar 3 persen (3 kejadian).
 
"Tidak ada laporan dari gempa yang dirasakan dapat merusak selama periode 1-31 Oktober 2019," ujarnya, Senin, 4 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suwardi menjelaskan gempa dengan kekuatan terbesar terjadi di barat Sumatera dengan kekuatan magnitudo 6,0 di kedalaman relatif dangkal pada 14 Oktober 2019 yang tidak berdampak di wilayah Banten. Dia menerangkan 87 persen gempa terjadi pada kedalaman dangkal (60 km) dan 13 persen gempa terjadi di kedalaman menengah (60-300 km).
 
"Bencana terjadi tidak menunggu kapan kita siap, maka dari itu kita harus sebaik mungkin mempersiapkan diri kita dan keluarga untuk mengantisipasinya," katanya.
 
Ia menuturkan pada 5 November 2019 akan diperingati sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day). Tsunami adalah peristiwa yang jarang terjadi, namun dampaknya bisa sangat mematikan.
 
Di dunia, dalam 100 tahun terakhir, 58 kejadian tsunami telah menewaskan lebih dari 260.000 jiwa, atau rata-rata 4.600 jiwa per kejadian, hal ini melampaui jumlah korban bencana alam lainnya.
 
Jumlah korban terbanyak dalam periode itu adalah tsunami Samudra Hindia pada Desember 2004. Jumlah korban saat itu sekitar 227.000 tersebar di 14 negara. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand adalah negara yang paling terdampak.
 
Sebagian besar kejadian tsunami di Indonesia maupun di dunia disebabkan oleh gempa. Selain itu, tsunami juga bisa disebabkan oleh longsoran bawah laut letusan gunung api di laut, dan jatuhnya meteor ke laut.
 
Salah satu tsunami terbesar dan paling merusak yang disebabkan oleh letusan gunung api adalah saat Gunung Krakatau meletus pada 26 Agustus 1883. Letusan ini menghasilkan gelombang yang mencapai sekitar 41 meter, menghancurkan kota pesisir dan desa di sekitar Selat Sunda serta menewaskan sekitar 36.417 orang.
 
Urbanisasi yang cepat dan meningkatnya pariwisata di daerah-daerah yang rawan tsunami membuat semakin banyak orang berpotensi terpapar bahaya. Pada 2019, Hari Kesadaran Tsunami Sedunia fokus pada pengurangan dampak bencana terhadap infrastruktur kritis dan gangguan layanan dasar.
 
"Berinvestasi dalam infrastruktur tangguh, sistem peringatan dini, dan pendidikan sangat penting untuk menyelamatkan jiwa dan melindungi aset kita terhadap risiko tsunami di masa yang akan datang," jelasnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif