Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Gidion Arif Setyawan. (Foto: Medcom.id/Amal)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Gidion Arif Setyawan. (Foto: Medcom.id/Amal)

MeMiles tak Membayar Peladen

Nasional investasi bodong
Amaluddin • 15 Januari 2020 17:50
Surabaya: Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Gidion Arif Setyawan, memastikan polisi tak memblokir aplikasi investasi bodong MeMiles. Penutupan aplikasi lantaran MeMiles tak membayar peladen (server).
 
"Aplikasi (MeMiles) dimatikan oleh pemilik server, karena servernya tidak dibayar (oleh PT Kam and Kam)," kata Gidion, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Gidion menyayangkan protes pemblokiran MeMiles yang dilakukan oleh pengikut PT Kam and Kam. Sebab penyidik hanya memblokir rekening bank milik perusahaan guna menghindari kerugian anggota MeMiles lebih besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita hanya blokir rekening PT Kam and Kam. Kalau masyarakat kecewa enggak top up, salah. Top up itu kan setor, kalau masyarakat enggak setor ya enggak rugi," jelas dia.
 
Polda Jatim sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan investasi ilegal MeMiles, yaitu KTM, FS, ML, dan PH.
 
Melalui investasi ilegal ini, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 anggota. Selama delapan bulan sejak peluncuran aplikasi, MeMiles meraup omzet Rp750 miliar kendati tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp122,3 miliar, 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Para tersangka dijerat Pasal 160 juncto Pasal 24 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 46 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif