Ilustrasi. (Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim)
Ilustrasi. (Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim)

Pemkot Depok Minta Pemindahan TPSA Cipayung Dipercepat

Nasional sampah menumpuk
Octavianus Dwi Sutrisno • 11 November 2019 09:09
Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, terus mendorong percepatan pemindahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cipayung ke Lulut Nambo, Kabupaten Bogor dipercepat. TPSA Cipayung Depok dinilai tak lagi mampu menampung sampah.
 
Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, mengatakan, setiap hari sekitar 1.600 ton sampah warga dibuang ke TPSA Cipayung. Ia memperkirakan daya tampung TPSA hanya bertahan dua tahun lagi.
 
"Kami berupaya mendorong sahabat anggota dewan untuk mendukung percepatan pembuangan sampah ke Lulut Nambo tahun depan," ucap Pradi, Minggu, 10 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain percepatan pemindahan, Pemkot Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) berupaya membentuk bank sampah yang dikoordinasikan oleh relawan.
 
"Nantinya, sampah itu dipilah untuk diubah menjadi barang tepat guna dan memiliki nilai ekonomis. Ini juga upaya kita agar beban sampah berkurang," bebernya.
 
Pradi memastikan pemindahan TPSA tak akan membebani daerah yang terkena dampak. Sebab, pihaknya akan membatasi 600 ton per hari sampah yang masuk ke Lulut Nambo.
 
"Jadi berbagai cara, akan kita lakukan mulai dari memilah sampah, kemudian insentif bagi relawan bank sampah yang nanti akan dikomunikasikan kembali dengan DLHK," tegasnya.
 
Menurut Pradi, hingga saat ini komunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor masih terus dilakukan. Terutama ihwal mekanisme penggunaan TPSA.
 
"Intinya adalah komunikasi dengan wilayah-wilayah yang hendak membuang sampah ke Nambo, seperti Depok, Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, Kota Bogor. Ini kan, bukan seperti di Cipayung (TPA) sampah dibuang menumpuk lalu diuruk tanah. Tapi lebih menggunakan teknologi," tegasnya.
 
Terkait anggaran pembangunan proyek TPSA, Pradi menambahkan masih dikaji. Namun, lahan Lulut Nambo diperkirakan bisa digunakan pada 2020.
 
"Belum final. Untuk nilainya kita belum tahu namun terus kita dorong. Karena, kita butuh cepat (untuk membuang sampah)," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif