Pemandangan Gunung Merapi yang sedang meluncurkan lava pijar terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Pemandangan Gunung Merapi yang sedang meluncurkan lava pijar terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Material Erupsi Gunung Merapi Meluncur hingga 2 Kilometer

Nasional gunung merapi Erupsi Gunung
Ahmad Mustaqim • 16 Oktober 2021 08:56
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat luncuran material erupsi Gunung Merapi pada periode 8-14 Oktober 2021, mencapai dua kilometer. Selain itu, kegempaan juga tercatat lebih dari 2.500 kali. 
 
"Guguran lava teramati sebanyak 41 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Sabtu, 16 Oktober 2021. 
 
Hanik mengungkapkan, hasil analisis morfologi dari pengamatan kamera di Stasiun Kamera Merbabu, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2, menunjukkan pertumbuhan kubah lava di puncak. Pertumbuhan kubah lava di tengah dan barat daya berbeda. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketinggian kubah lava barat daya berkurang kurang lebih 2 meter dan penambahan ketinggian kubah lava tengah sekitar sekitar 4 meter. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.609.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.927.000 meter kubik," ungkapnya. 
 
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,8 di Bali Timbulkan Sejumlah Kerusakan
 
Ia menyebut, kaegempaan di gunung tersebut terjadi ribuan kali. Rincian kegempaan yang terjadi selama sepekan yakni sekali gempa Vulkanik  Dangkal (VTB); 133 kali gempa Low Frekuensi (LF); 1.465 kali gempa Fase  Banyak (MP); 1.123 kali gempa Guguran (RF); 167 kali gempa Hembusan (DG); dan 11 kali gempa Tektonik (TT). 
 
"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dari minggu lalu," jelasnya. 
 
Ia menegaskan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Hal ini ditunjukkan dari aktivitas erupsi efusif. Hanik menyatakan Gunung Merapi masih berstatus siaga. 
 
"Potensi bahaya guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara dan barat daya sejauh 3 kilometer, serta bisa mencapai 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih," ungkapnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif