Tangkapan layar foto anjing di Aceh, Canon. (Foto: Instagram/rosayeoh)
Tangkapan layar foto anjing di Aceh, Canon. (Foto: Instagram/rosayeoh)

Viral! Surat dari Anjing Canon yang Diduga Mati Akibat Tindakan Satpol PP Aceh

Nasional aceh anjing Anjing Canon Perlindungan hewan
Cindy • 25 Oktober 2021 12:46
Aceh: Kematian anjing di Pulau Banyak, Aceh, bernama Canon menyita perhatian jagat maya. Canon diduga mati akibat perlakuan semena-mena oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Singkil. 
 
Kejadian ini viral lewat akun Instagram pemilik Canon, @rosayeoh. Dia membagikan sejumlah foto Canon beserta video perlakuan kasar aparat terhadap Canon. Dalam video tersebut, tampak sejumlah aparat berseragam hijau mengelilingi anjing berwarna hitam yang tengah terikat.
 
Tangkapan layar video perlakuan Satpol PP Aceh terhadap anjing Canon. Instagram @rosayeoh.
Tangkapan layar video perlakuan Satpol PP Aceh terhadap anjing Canon. Instagram @rosayeoh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah seorang petugas mengambil kayu panjang dan menodongkannya ke arah anjing tersebut. Petugas tampak mendorong kayu ke arah leher anjing yang diketahui bernama Canon. 
 
Seketika, Canon melakukan perlawanan diri dengan menggigit kayu tersebut. Canon sempat terlihat kelelahan sebelum akhirnya video itu terhenti.
 
Baca: Bantah Siksa Hewan, Kasatpol PP Aceh Singkil Sebut Anjing di Pulau Banyak Mati karena Stres
 
Pemilik Instagram @rosayeoh juga melampirkan surat terakhir Canon yang menampakkan kronologi kematian sang anjing. Berikut kutipan lengkap surat Canon:

Surat terakhir Canon

Namaku Canon.
Aku tinggal di Pulau Banyak, Aceh. Aku adalah anjing yang sangat pintar dan ramah, juga sangat bersahabat dengan SEMUA manusia yang datang mengunjungi tempat tinggalku.
 
Aku dengar pemerintah Indonesia akan membangun dan mempromosikan daerah tempat tinggalku. Semoga dengan begitu daerahku bisa menjadi terkenal di mata dunia.
 
Hari ini seperti biasanya aku duduk di tepi pantai sambil menunggu kepulangan tuanku. Dari jauh aku melihat ada segerombolan orang berseragam yang datang ke arahku. Aku berdiri dan menyambut mereka dengan melambaikan ekorku, aku mau menyapa mereka. Namun salah satu dari mereka mencoba menangkapku. Temannya membawa ranting panjang dan mencoba menundukkanku. Ya ampun, apa yang terjadi? Mengapa berprilaku kasar kepadaku? Apa salahku?
 
Aku dimasukkan ke keranjang kecil dan mereka membawaku pergi. Sempit sekali keranjangnya. Aku mencoba mengeluarkan kepalaku dari keranjang itu. Dan ketika aku berhasil, aku malah dimasukkan kedalam karung terpal dan diikat. Ya Tuhan, aku ga bisa bernapas. Tolong aku! Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa aku di tangkap? Aku mau dibawa kemana?
 
Tidak ada yang peduli dengan rintihanku. Tidak ada yg perduli dengan tangisanku. Aku mulai lemas, aku ga bisa bernapas. Sesaat semua gelap....
 
Ketika aku merasa aku bisa bernapas lagi, aku buka mataku. Aku melihat tubuhku terbujur kaku di dalam keranjang, yang masih digotong oleh orang-orang tak bertanggung jawab itu. Ragaku sudah meninggalkan tubuhku.
 
Oh Tuhan, aku disiksa sampai mati oleh orang-orang yang tadinya mau aku ajak berteman. Apa salahku? Mengapa menyiksaku sampai mati?
 
Aku belum bertemu dengan tuanku. Dia tidak tau aku ditangkap dan dibawa pergi, apalagi disiksa sampai mati. Seandainya dia ada di sini pasti aku akan diselamatkannya.
 
Maafkan aku Kak, aku ga sempat mengucapkan selamat tinggal. Kakak jangan sedih ya, aku sudah berada di tempat indah, tempat yang ga ada orang jahatnya.
 
Bantu aku cari keadilan ya Kak, aku ga mau mati sia-sia.
Semoga Tuhan membalas perbuatan orang-orang jahat itu. #RIPCanon. 

 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif