Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Cuaca Ekstrem di Yogyakarta Diprediksi hingga 7 Maret 2020

Nasional cuaca ekstrem bencana banjir
Ardi Teresti Hardi • 01 Maret 2020 10:06
Sleman: Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Reni Kraningtyas, memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat di wilayahnya hingga 7 Maret 2020.
 
"Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa, khususnya DIY," kata Reni, Minggu, 1 Maret 2020.
 
Keberadaan daerah tekanan rendah di Pesisir Australia Barat bagian utara dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur, serta sirkulasi angin tertutup di utara Papua Barat, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang dari perairan selatan Jawa Timur hingga selatan NTB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, labilitas udara juga cukup kuat di wilayah Jawa. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal di wilayah Jawa dan sekitarnya.
 
"Suhu muka laut di wilayah perairan selatan Jawa yang masih cukup hangat antara 30-31 derajat celsius mengakibatkan suplai uap air meningkat sehingga berpotensi terbentuk awan hujan," sambung Reni.
 
Baca juga:Bencana Hidrometeorologi di Kulon Progo Diramal Meningkat
 
Ia melanjutkan, atas kondisi dinamika atmosfer itu, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman akan kembali melakukan pembaruan informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY serta proyeksi cuaca untuk beberapa hari ke depan.
 
Daerah-daerah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem periode 1-3 Maret 2020 antara lain, Kabupaten Kulon Progo meliputi Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Panjatan, Kokap, Temon, dan Wates. Kemudian di Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Pakem, Cangkringan, Turi, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, dan Kalasan.
 
Selain itu di seluruh wilayah Kota Yogyakarta dan di Kabupaten Bantul meliputi Kecamatan Imogiri, Dlingo, Piyungan, Pleret, Jetis, Banguntapan, Sewon, dan Kasihan. Lalu di Kabupaten Gunungkidul meliputi Kecamatan Gedangsari, Ponjong, Karangmojo, Semin, Ngawen, dan Nglipar.
 
Sedangkan periode 4-7 Maret 2020, wilayah yang berpotendi dilanda cuaca ekstrem di antaranya Kabupaten Kulon Progo meliputi Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Panjatan, Kokap, Pengasih, Temon, Wates, Galur, dan Nanggulan.
 
Kemudian di Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Pakem, Cangkringan, Turi, Tempel, Seyegan, Sleman, Ngaglik, Mlati, dan Gamping. Di Bantul meliputi Srandakan, Sanden, dan Pandak. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul antara lain di Kecamatan Girisubo, Rongkop, Ponjong, Semanu, Karangmojo, Semin, dan Ngawen.
 
"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," pungkas dia.
 
Baca juga:Seorang Warga Tasikmalaya Belum Ditemukan dari Longsor
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif