NEWSTICKER
Salah satu Joki CPNS Kemenkumham Sulsel, saat diperiksa penyidik Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 4 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Salah satu Joki CPNS Kemenkumham Sulsel, saat diperiksa penyidik Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 4 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Joki CPNS di Sulsel Dijanjikan Duit Rp10 Juta

Nasional CPNS
Muhammad Syawaluddin • 05 Februari 2020 16:49
Makassar: Dua joki seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, FA, 23, dan AS, 23, ditangkap saat beraksi. Keduanya dijanjikan duit Rp10 juta bila berhasil meloloskan dua peserta CPNS.
 
"Mereka diminta oleh seseorang berinisial W dengan iming-iming uang. Dia baru terima akomodasi, masing-masing Rp1,8 juta dan dijanjikan oleh W uang Rp10 juta, jika lulus," kata Kanit 3 Tipiter Reskrim Polrestabes Makassar, Iptu Ali Hairuddin, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Dia menuturkan berdasarkan pemeriksaan para pelaku mulanya tidak ingin terlibat menjadi joki tes seleksi CPNS. Kedua tersangka sebelumnya menawarkan untuk jasa belajar soal tes seleksi CPNS di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tawaran keduanya kemudian ditanggapi seseorang asal Makassar, W. FA dan AS yang berasal dari Karawang dan Yogyakarta itu kemudian dihubungi untuk datang ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
 
"Ini berawal dari si pelaku mem-posting dirinya yang bisa mengajar untuk persiapan seleksi CPNS dan si penyuruh, W ini mendatangkan mereka ke Makassar," jelasnya.
 
Dia melanjutkan W kemudian menawari FA dan AS uang Rp10 juta untuk menjadi joki seleksi CPNS. W kemudian menyiapkan dokumen palsu untuk pelaku.
 
"Saat ini kedua pelaku masih diperiksa penyidik, mereka diancam Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan dokumen. Ancaman hukumannya paling lama 6 tahun kurungan penjara," jelasnya.
 
Kedua pelaku ditangkap saat mengikuti tes ujian CPNS di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Baringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 4 Februari 2020. Keduanya ditangkap saat diwawancarai oleh panitia seleksi, lantaran tidak mengerti bahasa daerah orang yang digantikan.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif