ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

25 Ribu Buruh di Banten Kena PHK

Nasional Virus Korona PHK
Hendrik Simorangkir • 10 Juli 2020 17:44
Tangerang: Gubernur Banten, Wahidin Halim, mengatakan sebanyak 25 ribu pekerja di wilayahnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Puluhan ribu pekerja itu terbanyak dari warga pendatang luar Banten.
 
"Sebanyak 60 persen dari warga pendatang. Sedangkan sisanya merupakan warga asal Banten. Mereka yang terkena PHK diminta membuat kartu prakerja. Tapi kartu itu merupakan kewenangan pemerintahan pusat," ujarnya, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Wahidin menuturkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dari kasus tersebut. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan, karena terdapat laporan jika pekerja yang terkena PHK upahnya tak dibayarkan oleh perusahaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah ada 800 perusahaan yang memberhentikan karyawannya. Selain alasan pandemi covid-19, perusahaan-perusahaan ini juga ada yang pindah ke daerah lain. Kita juga akan lakukan pengawasan upah terhadap perusahaan yang telah mem-PHK pekerjanya," katanya.
 
Wahidin mengeklaim meski banyak perusahaan yang tutup, tapi masih ada 15 ribu perusahaan lain yang tetap beroperasi di Banten. Sebagian perusahaan tersebut pun masih membuka lowongan pekerjaan.
 
"Upaya kami tetap menjaga iklim investasi berjalan baik di Banten ini. Banyak juga pabrik-pabrik besar yang datang ke sini. Tapi masalahnya masih banyak warga yang belum punya keterampilan. Oleh karena itu kami sedang membangun balai latihan kerja (BLK) agar masyarakat asal Banten bisa terserap bekerja di perusahaan-perusahaan besar itu," jelasnya.

 

(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif