Komisi VII Berharap Keringanan Pajak di Proyek EBT

Anggi Tondi Martaon 10 September 2018 16:49 WIB
berita dpr
Komisi VII Berharap Keringanan Pajak di Proyek EBT
Ilustrasi -- Foto: MI/ Panca Syurkani
Jakarta: Komisi VII DPR RI terus berkomitmen mendorong pembangunan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Komitmen tersebut diwujudkan dengan meminta keringanan pajak bagi pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ada dua proyek pembangkit listrik yang kita kunjungi, yakni PLTB dan PLTU Jeneponto. Saya kira kedua-duanya cukup spektakuler, karena progres PLTB sangat maju," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR  RI Tamsil Linrung dalam keterangan tertulis saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Sulsel, Senin 10 September 2018.

Tamsil menyebutkan, PLTB dan PLTU di Jeneponto memiliki progres yang cukup baik. Pasalnya, PLTU Jeneponto sudah berkontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sulsel.


“Saat ini Sulsel sudah mengalami surplus listrik. Keberadaan PLTB dan PLTU Jeneponto tersebut tentunya menjadi kebanggaan bagi kita karena merupakan sebuah hasil karya anak bangsa,” ungkap dia.

Senator asal daerah pemilihan Sulsel itu menyampaikan, jika dilihat dari progres pembangunan yang telah dilakukan, Komisi VII DPR RI optimistis bahwa PLTB Jeneponto dapat segera beroperasi dalam waktu dekat.

Selain itu, ia berharap proyek EBT ini tidak terimbas rencana moratorium akibat situasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jika perlu, pemerintah diminta memberikan dispensasi, khususnya dalam pengenaan pajak bagi barang-barang impor yang dibutuhkan proyek pembangunan PLTB Jeneponto.

“Pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor kendala yang dihadapi dalam proyek pembangunan pembangkit listrik ini. Hal itu disebabkan adanya kebutuhan barang impor yang akan digunakan dalam pembangunan proyek PLTB Jeneponto tersebut,” pungkasnya.



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id