Pembangunan Sekolah yang di gagas oleh Dompet Kemanusiaan Media Group di Lombok
Pembangunan Sekolah yang di gagas oleh Dompet Kemanusiaan Media Group di Lombok

6 Sekolah Bantuan Media Group Dilengkapi Perpustakaan

Nasional media group
Yusuf Riaman • 27 April 2019 17:46
Lombok: Enam sekolah yang saat ini dibangun Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG), di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga dilengkapi ruang perpustakaan.
 
"Kita siapkan ruang perpustakaannya sekaligus kita sumbangkan buku-buku bacaan," kata Ketua Yayasan Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG), Ali Sadikin, Sabtu 27 April 2019.
 
Enam sekolah yang dibangun yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek; SD Negeri 1 Sigar Penjalin; dan SD Negeri 3 Pemenang. Ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikutnya MI At-Tahzib dan SD Negeri 2 Kekait yang terletak di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Selanjutnya, SD Negeri 5 Pohgading, Kabupaten Lombok Timur.
 
Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kekait, Misbah, menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian Media Group membangun kembali sekolah tersebut yang mengalami rusak berat akibat diterjang gempa bumi beberapa waktu lalu.
 
"Alhamdulillah, Media Group datang dan membangunkan kami sekolah permanen," kata Misbah dihadapan seratus anggota rombongan Axelle dari Makassar yang datang membawa sejumlah bantuan antara lain paket buku bacaan untuk sekolah tersebut Jumat, 26 April 2019.
 
Misbah menuturkan, saat ini aktivitas belajar sehari-hari di sekolah sementara yang dibangun pemerintah.
 
"Kita berharap sekolah sumbangan dari Media Group selesai cepat sehingga bisa segera ditempati," katanya kepada wartawan.
 
Pimpinan Axelle, Ardianto Randa, mengatakan aksi sosial yang dilakukan pihaknya akan terus dilakukan secara berkesinambungan.
 
Menurut dia, selama dua tahun berdiri Axelle sudah beromset sekitar 3 juta US dolar, melibatkan lebih dari seribu investor serta 200 tenaga pemasaran. Dikatakannya, Axelle bukan perusahaan investasi bodong. "Kita jelas pengolahan dananya dimana, cara mengolah seperti apa. Kedepannya untuk OJK sementara kita proses," katanya.
 
Axelle merupakan perusahaan investasi murni perdagangan dimana mata uang asing sebagai komoditas dan saham dari perdagangan selisih ada keuntungan.
 
Ardianto mengatakan, saat ini masih fokus di Sulawesi dan nanti akan melebar ke Bali, Papua dan sejumlah daerah lainnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif