Sejumlah Wilayah di Sulut Diprediksi akan Banjir

Mulyadi Pontororing 15 November 2018 14:46 WIB
bencana banjir
Sejumlah Wilayah di Sulut Diprediksi akan Banjir
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Manado: Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kayuwatu Manado, Sulawesi Utara mengimbau masyarakat waspada terhadap peningkatan curah hujan.

Staf Observasi Staklim BMKG Kayuwatu Manado, Sulawesi Utara Sofian Widiyanto mengatakan, potensi bencana banjir bahkan diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.

"Seperti Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow," kata Sofian saat dikonfirmasi, Kamis, 15 November 2018.


Sofian menjelaskan, untuk Kota Manado memang belum bisa diprediksi. Namun melihat kondisi curah hujan yang terus meningkat, masyarakat diminta waspada terhadap bencana.

Di sisi lain, Sofian mengatakan potensi bencana setiap daerah di Sulut berbeda-beda, bukan hanya terjadi lantaran faktor curah hujan tinggi.

"Misalnya ada daerah yang curah hujannya cukup tinggi namun tidak menyebabkan banjir, sedangkan ada tempat yang mungkin curah hujannya tidak terlalu tinggi namun bisa menyebabkan banjir," jelas Sofian.

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi Staklim BMKG Kayuwatu Asep Hendrawan mengatakan, peningkatan curah hujan diprediksi terjadi hingga sepekan ke depan.

Aep mengimbau agar masyarakat waspada potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia. Menurutya, sesuai prakiraan curah hujan akan meningkat pada bulan ini.

"Peringatan ini dikeluarkan BMKG pusat namun juga berlaku di wilayah Sulut. Sehingga masyarakat harus mewaspadai potensi bencananya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang," kata Asep.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Joi Oroh mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau kondisi terkini di wilayah-wilayah rawan bencana. 

Menurut Oroh, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah-langkah antisipasi tenggap bencana, mulai dari sosialisasi, relokasi, pembangunan talut di lokasi rawan banjir serta pembangunan penahan longsor di lokasi perbukitan.

"Namun, kami minta masyarakat agar lebih sadar lagi dalam melihat ancaman bencana. Jika kondisinya sudah mengancam segera mengungsi ke lokasi aman atau kerabat," beber Oroh.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id