Kasat Reskrim Gowa, Herly Purnama, saat merilis pengungkapan kasus perdagangan manusia, di Mapolres Gowa, Senin 11 Februari 2019. Medcom.id/Muhammad Syawuddin
Kasat Reskrim Gowa, Herly Purnama, saat merilis pengungkapan kasus perdagangan manusia, di Mapolres Gowa, Senin 11 Februari 2019. Medcom.id/Muhammad Syawuddin

Polisi Tangkap Jaringan Perdagangan Anak di Sulsel

Nasional perdagangan manusia
Muhammad Syawaluddin • 11 Februari 2019 19:51
Makassar: Kepolisian Resor (Polres) Gowa meringkus tiga pelaku perdagangan manusia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban yang diperdagangkan merupakan anak di bawah umur.
 
"Kami mengamankan tiga pelaku tindak pidana perdagangan manusia. Mereka merekrut korban dengan iming-iming gaji besar," kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Herly Purnama, Senin, 11 Februari 2019.
 
NR, 17, MS, 23, dan ABA, 34, ditangkap berdasarkan laporan warga. Pelaku memanfaatkan korban DN,17, dan NA,18, yang mencari kerja melalui media sosial dengan menawarkan gaji Rp500 ribu tiap minggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah menyetujui jumlah gaji itu. Pada 2 Februari 2019, korban di jemput pelaku ABA, 34, dan MS, 23. Mereka langsung dibawa ke Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep dan dipekerjakan sebagai pelayan cafe.
 
"Korban tidak mengetahui bahwa dia akan bekerja sebagai pelayan cafe yang tugasnya menemani tamu untuk minum-minuman beralkohol," katanya
 
Petugas menyamar dan berdalih menyediakan seorang perempuan untuk dijadikan pekerja di kafe mereka.
 
"ABA yang datang bersama MS menggunakan mobil langsung diamankan. Sementara NR diamankan di rumahnya," jelasnya.
 
Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa langsung menuju ke Kabupaten Pangkep untuk menjemput korban. Korban sempat meminta pulang ke pelaku, namun tidak dibiarkan.
 
Pelaku dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 183 jo pasal 74 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pelaku juga dijerat Pasal 83 jo Pasal 76f UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 332 KUHPidana dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun penjara.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif