Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Polda Sultra Kumpulkan Bukti Pencabulan Anak di Kendari

Nasional pencabulan
Antara • 09 Mei 2019 13:11
Kendari: Penyidik Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengambil alih penyidikan kasus kekerasan seksual anak yang menyeret AP, 25, sebagai tersangka. Kasus sengaja diambil alih, karena menarik banyak perhatian publik.
 
"Penyidik giat mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi untuk menguatkan tuduhan tindak pidana kepada tersangka," kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart di Kendari, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Harry melanjutkan, penyidik Polda Sultra berencana memanggil saksi korban dan ahli untuk diminta keterangan. Namun, belum bisa dipastikan kapan pemanggilan terhadap korban dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Permintaan keterangan saksi korban membutuhkan waktu panjang karena korban masih trauma dan mungkin saja pihak orang tua belum membolehkan," ujarnya.
 
Dia melanjutkan penyidik telah meminta keterangan tersangka. Namun, pihaknya masih perlu mengkonfrontasi keterangan tersangka dengan kesaksian korban dan keluarga korban.
 
"Saat ini, AP telah meringkuk di sel tahanan Polda Sultra," imbuhnya.
 
AP ditahan di Rutan Polda Sultra sekaligus menjalani hukuman pemecatan oleh Pengadilan Militer karena terbukti meninggalkan tugas sejak Agustus 2018.
 
Selama persidangan militer, AP tidak pernah hadir hingga akhirnya divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap 20 April 2019. Pengadilan Militer di Kodam XIV/Hasanuddin Makassar yang menjatuhkan sanksi pemecatan belum mengeksekusi terpidana karena melarikan diri.
 
Dalam pelarian, AP terungkap melakukan penculikan dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang menghebohkan warga Kendari. Diketahui, dalam waktu tiga hari sebanyak enam anak menjadi korban penculikan dan pencabulan diduga dilakukan AP.
 
Tim gabungan TNI dan polisi meringkus AP pada Rabu, 1 Mei 2019 di rumah warga, di Jalan Jati Raya, Kecamatan Wua Wua, Kendari.
 
Baca:Desertir TNI Penculik dan Pencabul Anak di Kendari Ditahan
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif