Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji saat merilis hasil tangkapan produksi pupuk tidak bersertifikat.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji saat merilis hasil tangkapan produksi pupuk tidak bersertifikat.

22 Ton Pupuk di Sidoarjo Tak Bersertifikat SNI

Nasional pupuk
Syaikhul Hadi • 25 Februari 2020 18:53
Sidoarjo: Satreskrim Polresta Sidoarjo menyita 22 ton pupuk ilegal di dalam sebuah truk. Penyitaan dilakukan lantaran pupuk tidak mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
 
"Kurang lebih satu truk ini ada sekitar 440 sak atau sekitar 22 ton " ujar Kapolres Kombes Pol Sumardji Selasa, 25 Februari 2020.
 
Polisi juga menangkap pemilik Perusahaan CV Bangun Tani, AR, 67, warga Sumorame, Candi Sidoarjo. Dari hasil pemeriksaan petugas, pupuk yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mencantumkan kandungan pupuknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ironisnya, produksi pupuk ini sudah berjalan selama 14 tahun," ujar Sumardji.
 
Sumardji juga menyebut, tersangka biasa menjual pupuk seharga Rp50 ribu per sak. Dalam setahun perusahaan ini bisa menghasilkan omzet senilai Rp250 juta.
 
"Pemasarannya di luar Jawa, sepeti Bali, Sumatra, dan Medan," terangnya.
 
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 120 ayat (1) UU No 3/2014 tentang Perindustrian,dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda senilai Rp3 miliar.

 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif