Narkoba jenis sabu yang disita Polisi dari gudang di Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu, 23 Mei 2020. Dokumentasi/ istimewa
Narkoba jenis sabu yang disita Polisi dari gudang di Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu, 23 Mei 2020. Dokumentasi/ istimewa

Dua WNA Simpan 821 Kg Sabu di Gudang Kawasan Serang

Nasional kasus narkoba
Hendrik Simorangkir • 23 Mei 2020 17:14
Tangerang: Gudang berisi narkoba jenis sabu di RT01 RW03 Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, dibongkar polisi, Jumat, 22 Mei 2020. Direktorat Narkoba Bareskrim Polri yang melakukan penggerebekan mendapati sabu seberat 821 kilogram di gudang tersebut.
 
Dari kasus tersebut juga turut ditangkap dua warga negara asing (WNA) berinisial AS warga negara Yaman dan BA warga negara Pakistan selaku pemilik.
 
"Kedua pelaku tinggal di apartemen di Surabaya. Tapi menitipkan barangnya di gudang di Kota Serang, Banten. Ini pengungkapan jaringan narkotika internasional Timur Tengah," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, di lokasi, Sabtu, 23 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sigit menjelaskan pihaknya sudah membidik kedua tersangka yang merupakan jaringan pengedar sabu internasional setelah enam bulan lalu mengungkap kasus yang sama di Jakarta. Dia menyebut keduanya menyamar sebagai penjual rempah dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Kami berhasil menyita sabu seberat 821 kilogram yang dibungkus ke dalam kemasan tuperware ada 491 boks, plastik bening ada 146, lakban kuning 92, dan lakban cokelat ada 88 bungkus," jelas Sigit.
 
Untuk mengelabui petugas, Sigit menuturkan para tersangka mencoba mencampur sabu tersebut dengan asam ranji. Sabu yang sudah dikemas dengan berbagai macam kemasan seperti dibungkus plastik, lakban, dan menggunakan kemasan tempat makanan lalu ditimbun dengan asam ranji.
 
Kedua pelaku pertama kali saling bertemu dan berkenalan di Yaman pada tahun 2000. Kemudian bertemu lagi di Dubai tahun 2006 untuk urusan dagang rempah-rempah. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk melakukan jual beli atau mengedarkan narkoba jenis sabu ke Indonesia.
 
"Keduanya memasukan sabu itu baru dua minggu lalu dengan melibatkan WNI yang sedang kita kembangkan. Kota Serang di jadikan gudang oleh mereka untuk menyimpan barang haram tersebut," ungkap Sigit.
 
Kedua tersangka diancam Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 114 UU Narkotika. Ancaman hukumannya hukuman mati, penjara seumur hidup.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif