Petugas mensterilkan Masjid Istiqlal dengan disinfektan. Medcom.id/Nur Azizah
Petugas mensterilkan Masjid Istiqlal dengan disinfektan. Medcom.id/Nur Azizah

Pemkot Depok Tiadakan Salat Jumat Antisipasi Penyebaran Covid-19

Nasional Virus Korona
Octavianus Dwi Sutrisno • 20 Maret 2020 05:00
Depok:Pemerintah Kota Depok melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 360/137/Kpts/DPKP/Huk/2020 menetapkan status tanggap darurat covid-19. Mengantisipasi penyebaran covid-19, Pemkot memutuskan ibadah salat Jumat berjamaah sementara ditiadakan di masa tanggap darurat.
 
Wakil Ketua Satgas, Percepatan dan Pencegahan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana meminta umat muslim melaksanakan ibadahnya di rumah masing-masing."Disini diharapkan masyarakat beribadah, di rumahnya masing - masing," Ucap Dadang saat dikonfirmasi Medcom.id Kamis 19 Maret 2020.
 
Pengambilan keputusan tersebut diakui Dadang cukup berat. Keputusan ini harus diambil mengingat penyebaran covid-19 semakin meluas dan jumlah positif korona bertambah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini untuk kebaikan bersama, saat ini kita tidak cukup menjaga jarak sosial saja namun perlu menjaga jarak fisik diantara kita dan sekitar kita," ucapnya.
 
Baca:Pasien Positif Korona di Jabar jadi 26 Orang, 2 Meninggal
 
Iameminta kepada seluruh masyarakat Kota Depok, dapat memahami dan melaksanakan keputusan tersebut. Selain itu, ia meminta umat agama lainnya pun tidak melaksanakan perayaan kegiatan keagamaan yang bersifat mengumpulkan massa.
 
"Imbauan ini berlaku dari tanggal 20 Maret hingga 4 April 2020, dan akan dievaluasi kembali mempertimbangkan situasi di Kota Depok," ujarnya.
 
Per Kamis 19 Maret 2020, diketahui jumlah kasus yang terkonfirmasi positif korona di Kota Depok berjumlah sembilan pasien. Sedangkan yang dipastikan sembuh ada empat pasien.
 
Jumlah pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) berjumlah 24 orang. Mereka kini masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit termasuk RSUD Kota Depok. Sementara itu, untuk orang berstatus dalam pemantauan (ODP) berjumlah 89 orang. Mereka tidak menjalani perawatan namun perkembangannya dipantau Puskesmas di tempat tinggalnya masing - masing.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif