Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soetta memriksa suhu tubuh seorang penumpang asal Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soetta memriksa suhu tubuh seorang penumpang asal Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

Indonesia Perketat

WN Singapura Masuk Indonesia Diawasi Ketat

Nasional Virus Korona
Hendrik Simorangkir • 11 Februari 2020 18:41
Tangerang: Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan warga negara Singapura yang datang ke Indonesia. Menyusul, peningkatan status waspada virus korona di negara berjuluk Kota Singa itu.
 
Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf, mengatakan pemeriksaan terhadap WN Singapura bahkan dilakukan dua kali saat tiba di pintu masuk Tanah Air.
 
"Jadi yang datang dari Singapura itu kita periksa suhunya dua kali dan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan," ujarnya, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anas mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk tidak berpergian ke negara yang terjangkit virus korona seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Sebab, negara-negara itu pun membatasi interaksi fisik antara warganya dengan orang asing, terutama Singapura.
 
"Ada batas-batasnya, harus diwaspadai. Menghindari perkumpulan-perkumpulan sosial atau melibatkan banyak orang. Kementerian Luar Negeri juga sudah menyampaikan, apabila tidak perlu betul, jangan ke sana," jelasnya.
 
Anas menuturkan KKP Bandara Soekarno-Hatta telah menyiagakan setidaknya 30 personel yang berjaga secara bergantian selama 24 jam. termasuk mengoperasikan thermal gun dan thermal scanner di Terminal 3 Kedatangan Internasional dan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.
 
"Total petugas sekali bertugas hampir 30 sampai 35 orang dalam 24 jam di 2 terminal. Ada tiga kelompok, berarti ada 100 orang yang dilibatkan," ungkapnya.
 
Ia menambahkan ada enam negara di Asia Tenggara yang dinyatakan telah terpapar virus korona sejak Januari 2020. Antara lain, Singapura, 45 kasus; Thailand, 32 kasus; Malaysia, 18 kasus; Vietnam, 14 kasus; Filipina tiga kasus, dan Kamboja satu kasus.
 
"Dari semua kasus, hanya ditemukan satu kasus kematian akibat virus korona di kawasan Asia Tenggara, yakni di Filipina," pungkasnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif