Suleykah saat ditemui oleh pihak Rudenim Kota Makassar, Sulawesi Selatan, usai berjualan pakaian, Selasa, 10 Maret 2020. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin
Suleykah saat ditemui oleh pihak Rudenim Kota Makassar, Sulawesi Selatan, usai berjualan pakaian, Selasa, 10 Maret 2020. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin

Berjualan Pakaian, Pengungsi asal Afganistan Ditangkap

Nasional pencari suaka
Muhammad Syawaluddin • 10 Maret 2020 15:37
Makassar: Seorang warga negara asal Afghanistan Zuleykah, 28, ditangkap petugas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Makassar, karena menjual pakaian di salah satu pasar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Kepala Rudenim Makassar, Togol Situmorang, mengatakan Zuleykah terdeteksi usai menjajakan dagangannya secara online.
 
"Dia berstatus pengungsi. Jadi kami melacak kebenarannya. Karena awalnya kami dapat di media sosial yang bersangkutan menjajakan pakaiannya secara online," kata Togol di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 10 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Togol menjelaskan dalam aturan di Indonesia, setiap WNA yang berstatus pengungsi tidak diperbolehkan melakukan kegiatan dengan imbalan atau upah. Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 tanggal 17 September 2010.
 
Togol pun mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi di semua tempat atau wisma pengungsi yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bahkan secara tertulis sudah ditempel. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pengungsi untuk tidak mengetahui aturan tersebut.
 
Dia pun memastikan akan menindak secara tegas bagi pengungsi yang masih bandel dengan melakukan kegiatan atau bekerja di Kota Makassar. "Kalau kedapatan akan ditempatkan di Rudenim," jelas Togol.
 
Sementara Suleykah mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa yang dilakukan dengan menjual barang melalui media sosial secara online itu masuk dalam kategori bekerja.
 
"Saya tidak tahu kalau, menjual secara online itu bekerja," kata Suleykah.
 
Meski begitu dirinya tetap mengikuti prosedur yang diberikan oleh Rudenim dengan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif