Dokter hewan yang bertugas di pasar Sibreh menyuntikkan antibiotik untuk sapi. Medcom.id/Fajri Fatmawati
Dokter hewan yang bertugas di pasar Sibreh menyuntikkan antibiotik untuk sapi. Medcom.id/Fajri Fatmawati

Sapi Terindikasi Terpapar PMK di Aceh Besar Diberi Penanganan

Fajri Fatmawati • 12 Mei 2022 16:06
Aceh Besar: Dinas Perternakan Aceh Besar bersama Polres Aceh Besar dan tim dokter hewan terus berjibaku melakukan pemeriksaan terhadap ternak warga yang di duga terkena Penyakit Muluk dan Kuku (PMK). Sejumlah ternak yang terindikasi PMK langsung diberi penanganan dengan memberikan obat penurun panas pada ternak dan vitamin serta antibiotik.  
 
Seperti halnya yang dilakukan pada 3 ekor sapi di pasar hewan Sibreh, Kecamatan Sibreh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, langsung disuntikkan obat penurun panas, antibiotik dan vitamin sebagai langkah awal dalam pengobatan.
 
"Tadi kita suntikkan obat penurun demam pada sapi, yaitu parasetamol, antibiotik dan vitamin. Ini merupakan salah satu upaya pemulihan yang dilakukan. Kalau untuk obat khususnya untuk penyembuhan PMK ini belum ditemukan," kata dokter hewan yang bertugas di pasar hewan Sibreh, Rahmad, kepada Medcom.id, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 2 Sapi di Jombang Mati Mendadak Tertular Wabah PMK Ternak dari Gresik
 
Rahmad menjelaskan untuk saat ini ada 18 ekor Sapi di Aceh Besar yang terindikasi PMK telah diisolasi dan 9 ekor lainnya di Desa Lubok juga akan dilakukan isolasi dan penanganan medis segera dilakukan sehinggga tidak menyebar ke sapi lainnya.
 
"Kepada para peternak dan pemilik sapi, kerbau dan kambing jika mendapati ternaknya mengalami demam, mengeluarkan cairan atau lendir dari mulutnya, susah untuk makan dan juga ada terjadi luka yang bernanah di kukunya untuk segera melaporkan kepada dokter hewan atau petugas kesehatan di desa/kecamatan masing-masing," jelasnya.
 
Sebelumnya Dinas Peternakan Aceh menyatakan akan membatasi akses pengiriman sapi (lockdown) dari dan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
 
Hal tersebut dilakukan lantaran ditemukannya 1.200 ekor sapi di wilayah tersebut terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PKM), dan 10 diantaranya mati. Disusul dengan sebanyak 30 ekor sapi di Kabupaten Aceh Besar juga terindikasi terkena PMK.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif