Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi Water Front City di Jambi

Nasional kasus korupsi kejaksaan agung
Al Abrar • 12 November 2020 12:08
Jakarta: Kejaksaan Agung menangkap buronan terpidana kasus korupsi Water Front City Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku bernama Muhammad Ridwan Pattilow. Penangkapan hasil koordinasi dari Kejaksaan Agung, Kejati Maluku, dan Kejati Jambi.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan, Ridwan ditangkap tanpa perlawanan di Jalan Sultan Thana RT 017 Desa Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.
 
Pattilow mengutip anggaran kegiatan pembangunan Water Front City Kota Kota Namlea pada anggaran tahap I 2015 dan II 2016 dengan total kerugian mencapai sekitar Rp6,6 miliar. Dia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran tak diketahui keberadaannya saat hendak dieksekusi jaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah ditelusuri terpidana korupsi berada di wilayah Jambi," kata Hari.
 
Sebagaimana tertuang berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor: 2/PID.SUS-TPK/2020/PT.AMB, Ridwan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.
 
"Namun, setelah turun Putusan Pengadilan Tinggi dan hendak dieksekusi, Muhammad Ridwan Pattilow tidak diketahui lagi keberadaannya,"kata Hari.
 
Pihaknya sudah menyampaikan pemanggilan dari untuk hadir guna menjalani hukuman penjara sesuai putusan pengadilan, namun Ridwan tak kunjung memenuhinya. Hingga dirinya dimasukan dalam DPO dan dinyatakan buron.
 
"Hingga pada akhirnya, yang bersangkutan berhasil dibekuk oleh petugas pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. Usai ditangkap Ridwan di bawa ke Ambon dengan menumpang pesawat guna dieksekusi ke dalam Lapas Kelas I Ambon," ujar Hari.
 
"Akibat perbuatannya, Ridwan dijatuhi sebagaimana dakwaan primair, yakni pidana penjara selama lima tahun dan denda sejumlah Rp300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan," kata Hari.
 
Penangkapan Ridwan, merupakan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung RI ke-109 selama tahun 2020. Dari buronan yang berhasil ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan RI. dari berbagai wilayah, baik dalam kategori tersangka, terdakwa, maupun terpidana.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif