ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru Intensif Razia Pelanggar Prokes Jelang Cuti Bersama

Nasional Virus Korona Razia Masker Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Antara • 25 Oktober 2020 09:40
Pekanbaru: Pemerintah Kota Pekanbaru menggiatkan razia pelanggaran protokol kesehatan khususnya di wilayah perbatasan. Razia dilakukan selama cuti bersama mulai 29 Oktober hingga 1 November 2020 guna menekan penyebaran covid-19.
 
"Untuk pengetatan wilayah mungkin itu tidak dilakukan namun pada wilayah perbatasan kita mungkin akan menggelar razia penerapan protokol kesehatan dan itu tetap digiatkan," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, di Pekanbaru, Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Baca: Anggota DPRD Jeneponto Jadi Korban Pembacokan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan untuk kegiatan razia penertiban akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan razia ini berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 130 Tahun 2020 tentang Perilaku Hidup Baru (PHB).
 
"Untuk penerapan Perwako PHB ini, maka tim sudah mulai bergerak sejak beberapa hari terakhir," jelasnya.
 
Sementara Kepala Bidang Operasional dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Pekanbaru, Yendri Doni, mengatakan sejak tiga hari terakhir tim gabungan sudah berhasil menjaring sebanyak 279 pelanggar protokol kesehatan.
 
"Pada hari kemarin saja sudah 115 pelanggar yang dijaring dalam razia penerapan PHB di sejumlah kecamatan," kata Doni.
 
Wali Kota Pekanbaru juga akan menerbitkan surat himbauan agar warga tidak bepergian atau liburan ke wilayah zona merah virus corona selama cuti bersama terhitung 28-31 Oktober 2020.
 
Kebijakan ini ditempuh setelah Pemerintah Pusat meminta seluruh pemerintah daerah dan Forkopimda untuk melakukan sosialisasi pencegahan covid-19 lebih masif lagi di masyarakat jelang cuti bersama berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H.
 
"Kita dari pemerintah kota juga meminta masyarakat menahan diri untuk tidak bepergian keluar kota khususnya ke tempat-tempat wisata yang berada di zona merah covid-19, ini yang perlu diberikan pemahaman yang lebih masif lagi kepada masyarakat," ungkapnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif