Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (Istimewa)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (Istimewa)

Masuk PPKM Level 2, Kota Semarang Longgarkan Pembatasan Sosial

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat
Mustholih • 31 Agustus 2021 17:05
Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, melonggarkan sejumlah pembatasan sosial seiring menurunnya tingkat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level 3 menjadi level 2. Aktivitas ekonomi di Kota Semarang yang semula hanya dibatasi sampai pukul 20.00 WIB, kini diperkenankan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.
 
"Misalnya kegiatan PKL dan toko kelontong sekarang di PPKM level 2 boleh beroperasi menjadi pukul 21.00 WIB," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, Selasa, 31 Agustus 2021.
 
Baca: TNI Jemput Bola Vaksinasi Covid-19 Sasar Nelayan dan Suku Anak Dalam

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu Pemerintah Kota juga melonggarkan jumlah kunjungan di tempat publik seperti supermarket atau pun tempat ibadah. "Tadinya supermarket dan tempat ibadah maksimum 50 persen sekarang bisa 75 persen," jelas Hendrar.
 
Namun Hendrar mengingatkan kepada warga Kota Semarang untuk tetap bersetia dengan disiplin protokol kesehatan covid-19. Hendrar Prihadi menegaskan, meski mengalami tren penurunan, pandemi covid-19 di Kota Semarang masih belum berakhir. "Kata kuncinya, covid-19 belum selesai. Warga tetap harus disiplin terapkan protokol kesehatan," ungkap Hendrar.
 
Meski melakukan sejumlah kelonggaran di PPKM level 3, ada satu sektor di Kota Semarang yang masih harus tetap dilakukan pembatasan pada PPKM level 2. Pembatasan itu berada di sektor transportasi. "Kalau berdasarkan Inmendagri, sisi transportasi boleh 100 persen. Tapi kita maksimal 75 persen," beber Hendrar.
 
Hendrar Prihadi mengatakan berdasarkan indikator angka positive rate, bed occupancy room, dan pertumbuhan penderita covid-19, Kota Semarang sebenarnya berada di level 1. Namun, ujar Hendrar Prihadi, Pemerintah Pusat memutuskan Kota Semarang berada di level 2 karena terbentur pada jumlah angka testing dan tracing.
 
"Angka testing dan tracing kita rendah. Makanya, dalam sepekan ini kita akan kejar. Mudah-mudahan angka testing dan tracing bisa menjadi semakin baik," ujar Hendrar.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 

 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif