Uji coba pembelajan tatap muka di SMA Negeri Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Medcom.id/ Ahmad mustaqim
Uji coba pembelajan tatap muka di SMA Negeri Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Medcom.id/ Ahmad mustaqim

Seluruh SMA/K di DIY Direncanakan PTM pada Tahun Ajaran Baru

Nasional Virus Korona Sekolah Pembelajaran Daring pandemi covid-19
Ahmad Mustaqim • 24 Mei 2021 15:49
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana menambah jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran 2021/2022. Namun rencana itu akan melihat sejumlah hal dan kondisi di lapangan.
 
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, mengatakan PTM untuk 100 persen sekolah tingkat SMA/K bisa saja digelar.
 
"Kalau (kuota siswa) 100 persen kemungkinan belum bisa. Awal tahun ajaran baru tak bisa semua," kata Didik saat dihubungi, Senin, 24 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Tak Diundang Puan, Karir Politik Ganjar di Ujung Tanduk
 
Dia menjelaskan tahun ajaran baru 2021/2022 akan dimulai pekan ketiga bulan Juli. Sebelum memulai tahun ajaran baru, sekolah-sekolah akan menggelar penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara daring.
 
Didik menjelaskan ada berbagai persyaratan yang harus sekolah penuhi untuk menggelar PTM. Mulai dari data kondisi sekolah, data peta risiko, izin dari orang tua atau wali, hingga persetujuan komite.
 
"Kami baru verifikasi, dari yang sudah mengajukan, benar-benar siap atau tidak. Rata-rata siap, meski masih ada beberapa yang diberikan saran pembenahan," jelasnya.
 
Menurut dia prioritas pembelajaran saat ini adalah tetap pada kesehatan dan kesehatan siswa. Sebab hal itu menjadi bagian permasalahan di lingkungan sosial dan tumbuh kembang anak.
 
Nantinya, kata dia, bila dilakukan PTM bukan berarti meniadakan pembelajaran daring. Ia mencontohkan uji coba PTM masih memberlakukan kuota 50 persen karena risiko penularan covid-19 masih tinggi. Ia menilai kesadaran siswa untuk tidak berkerumun masih butuh proses panjang.
 
"Kami coba 50 persen, tapu serentak semua sekolah. Tetap dengan prokes ketat," ungkapnya.
 
Kuota siswa yang hadir PTM bisa ditambah hingga 75 persen jika dinilai seluruh elemen sekolah mampu adaptasi dengan kebiasaan baru atau penerapan protokol kesehatan. Di sisi lain pihaknya turut memantau perkembangan kasus covid-19 dari Dinas Kesehatan.
 
"Syaratnya, sekolah yang menggelar pembelajaran luring semua guru harus sudah vaksin tahap kedua. SMA/K di DIY proses, kani harapkan (PTM) diikuti dinas kabupaten/kota," ujarnya.
 

 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif