Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

32 Terduga Teroris Kalteng Dideradikalisasi

Nasional terorisme
Surya Sriyanti • 13 Juni 2019 16:54
Palangka Raya: Dua dari 34 terduga teroris Kalimantan Tengah (Kalteng) telah ditetapkan jadi tersangka, yakni T dan A. Kini, sebanyak 32 terduga teroris lainnya dibawa ke Dinas Sosial Kalteng untuk direhabilitasi.
 
Sebanyak 32 terduga teroris yang dibawa ke Dinsos Kalteng terdiri dari 11 laki-laki dan delapan perempuan dewasa, satu anak laki-laki, dan 12 anak perempuan. Mereka yang ditangkap adalah kelompok Jaringan Ansharud Daulah (JAD).
 
Kepala Dinas Sosial Kalteng Suhaimi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rumah perlindungan di kantor Dinsos Palangka Raya. Rumah perlindungan disiapkan untuk merehabilitas 32 orang terduga terpapar radikalisme tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain dilakukan pendampingan dan assesmen oleh tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Mabes Polri, kita juga menjamin sandang dan pangan mereka," kata Suhaimi, Kamis, 12 Juni 2019.
 
Suhaimi menjelaskan, tim dari Kemensos telah biasa menangani kasus perihal terorisme. Dia melanjutkan, setelah assesmen bakal diputuskan untuk dipulangkan atau direhabilitasi.
 
Baca:Kelompok Teroris Kalteng Disebut Ahli Buat BomHigh Explosive
 
Salah satu dari Tim Kemensos, Neneng Hariani menjelaskan, pendekatan yang dilakukan untuk orang yang diduga terpapar radikalisme takni humanistik dengan membangun kepercayaan dengan orang yang terpapar. Pendekatan humanistik dirasa penting, karena pihak selain kelompoknya dianggap musuh.
 
"Bila sudah erbangun kepercayaan, diharap mereka maumemberi informasi," imbuhnya.
 
Neneng menambahkan, sebab orang terpapar radikalisme karena beragam masalah. Contohnya, melarikan diri dari kenyataan, karena ada konflik keluarga dan lainnya.
 
Dia mengungkap, untuk merehabilitasi orang yang terpapar radikalisme membutuhkan waktu satu bulan. Tapi juga harus melihat kondisi masing-masing seseorang yang terpapar.
 
"Ada yang sudah satu setengah bulan tapi juga belum selesai. Contohnya anak-anak kasus Surabaya dibutuhkan 1 tahun,"jelasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif