Rumah retak diduga akibat proyek pembangunan apartemen di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Medcom.id/S Hadi
Rumah retak diduga akibat proyek pembangunan apartemen di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Medcom.id/S Hadi

Belasan Rumah di Sekitar Proyek Apartemen Retak

Nasional rumah rusak
Syaikhul Hadi • 27 November 2019 12:29
Sidoarjo: Belasan warga Perumahan Taman Tiara, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, memprotes proses pembangunan apartemen Safira City Urban di Jalan KH Mas'ud Pagerwojo, Sidoarjo. Sebagian rumah warga mengalami retak saat proses pemasangan tiang pancang.
 
Salah satu warga Perumahana Taman Tiara, Ansori, mengaku rumahnya mengalami retak di dinding dan lantai. Rumah Ansori berjarak sekira 500 meter dari pembangunan apartemen.
 
"Saya tahu nya tiga hari setelah pemasangan tiang pancang dilakukan," ucap Ansori, di rumahnya, Rabu, 27 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya bersama warga terdampak telah melakukan komplain kepada pengembang, namun hanya ditemui para pekerja. Warga terdampak belum mendapat kejelasan terkait kerusakan rumah.
 
"Katanya mau ada perbaikan tapi setelah proyek itu selesai. Karena mereka ditarget pertengahan Desember harus selesai," katanya.
 
Dia mengaku warga sempat meminta proyek dihentikan sementara, namun pemasangan tiang pancang tetap dilakukan. Sehingga banyak rumah warga yang mengalami retak.
 
"Ada sebelas rumah warga yang mengalami retak di bagian dinding maupun lantainya. Kami sempat minta dihentikan, tapi keluhan kami tidak direspon," ujarnya.
 
Senada disampaikan Suharto, pemilik rumah blok F Perumahan Taman Tiara. Suharto mulanya tidak menyadari getaran yang dirasa di dalam rumah berasal dari proyek apartemen.
 
"Dengarnya waktu siang, saat jam kerja. Semacam ada getaran. Tapi kok lama kelamaan tembok-tembok rumah retak semua," jelas Suharto.
 
Dia dan warga perumahan sempat melaporkan kejadian ke pihak RT. Namun, belum ada tindak lanjut untuk menyelesaikan keluhan warga.
 
"Cobalah kita diajak berkomunikasi, kira-kira kompensasinya seperti apa jika terkena dampak, apalagi radius rumah kita juga sangat berdekatan dengan proyek," jelasnya.
 
Suharto mengaku heran. Dia mengungkap pengembang sudah memberikan kompensasi ke warga Desa Pagerwojo yang letaknya cukup jauh dari lokasi proyek. Sedangkan warga Perumahan Taman Tiara belum pernah diajak komunikasi.
 
"Memang kawasan ini masuk Desa Pucang, tapi ini kan perbatasan yang hanya dibatasi sungai kecil. Sehingga dampaknya sangat terasa sekali," tegasnya.
 
Para warga terdampak akan mengirimkan surat laporan ke polisi, Kecamatan, Satpol PP, dan DPRD Sidoarjo. Pihaknya menuntut penyelesaian permasalahan.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif