Anggota DPRD Kota Malang Gagah Soeryo Pamoekti. Foto: Medcom.id/Daviq Umar
Anggota DPRD Kota Malang Gagah Soeryo Pamoekti. Foto: Medcom.id/Daviq Umar

Gagah Kuliah Sambi Urus Rakyat

Nasional dprd
Daviq Umar Al Faruq • 07 September 2019 11:26
Malang: Gagah Soeryo Pamoekti, 22, anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024, tetap melanjutkan kuliah S1-nya sembari menjalani tugas kedewanan. Gagah masih tercatat sebagai mahasiswa semester 5 di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB).
 
Menjalani kuliah dan menjadi anggota legislatif bakal menjadi tantangan bagi Gagah selama lima tahun ke depan. Gagah mengaku telah menyiapkan rencana untuk bisa berkuliah sekaligus menjadi wakil rakyat.
 
"Kalau menurut saya sih, kuliah dan menjadi anggota dewan enggak bertolak belakang. Karena saya Fakultas Hukum jadi pengaplikasian keilmuan saya itu ya ada di gedung dewan," katanya saat ditemui Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gagah menilai kuliah Ilmu Hukum sembari menjadi anggota dewan bisa menjadi keuntungan tersendiri. Sebab segala dinamika yang terjadi saat menjalankan tugas kedewanan bisa didiskusikan dengan sejumlah elemen di kampus.
 
"Dinamika di kedewanan bisa saya kaji bersama senior di kampus, dosen, kakak tingkat, adik tingkat. Kadang dosen mau memfasilitasi mahasiswanya yang mau konsultasi secara pribadi soal konsepsi hukum dan Perda juga ada di dalamnya," jelasnya.
 
Saat awal masuk kuliah, Gagah memutuskan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi ekstra kampus (omek) itu dipilih arek asli Malang ini karena dinilai mampu memfasilitasinya.
 
Berkecimpung bersama HMI membuat pribadi Gagah semakin terasah. Politikus dari Partai NasDem ini semakin berpikir kritis dan akademis.
 
Dia menuturkan saat maju Pileg 2019, tanggapan pro dan kontra muncul dalam tubuh organisasi yang diikutinya.
 
"Saya memang mengharapkan untuk teman-teman, tetap menjadi mitra kritis kami sebagai anggota dewan dan wakil mereka. Karena menurut saya, kebenaran kita itu kan tidak otoriter dan saya juga pernah berpikiran apa yang seperti mereka pikirkan," jelasnya.
 
Gagah tak ingin pusing memikirkan pro kontra tanggapan dari temannya soal impiannya di parlemen. Pria yang hobi membaca itu mengaku tetap mendengar aspirasi elemen dari kampus.
 
"Karena bukan cuma ini saja persoalan bangsa. Sebetulnya, jadi ya mau dibilang dibiarkan juga tidak membiarkan juga tidak. Mungkin kalau mereka ingin terfasilitasi, ya saya akan fasilitasi," pungkasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif