Pengiriman bantuan untuk korban terdampak karhutla di Provinsi Riau, Selasa, 24 September 2019. (Foto: Dok. ACT)
Pengiriman bantuan untuk korban terdampak karhutla di Provinsi Riau, Selasa, 24 September 2019. (Foto: Dok. ACT)

100 Ton Logistik untuk Korban Kabut Asap di Riau

Nasional logistik Kebakaran Lahan dan Hutan
Daviq Umar Al Faruq • 24 September 2019 15:55
Malang: Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirim sekitar 100 ton logistik untuk korban terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Bantuan logistik yang diberangkatkan melalui jalur darat itu terdiri dari 20 ton beras, gula, air mineral, termasuk juga kebutuhan sanitasi, dan obat-obatan.
 
"Ini tidak terlepas dari dampak bencana kabut asap terhadap perekonomian warga. Kondisi terkini, jarak pandang tidak lebih dari 20 meter, kami pun langsung mengirimkan bantuan kesehatan untuk para masyarakat terdampak," kata Presiden ACT Ibnu Khajar dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 September 2019.
 
Ibnu menjelaskan selain bantuan logistik, ACT juga mengirim 100 relawan terlatih menuju Riau. Relawan ini diberangkatkan untuk membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan maupun layanan kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Relawan kami di lokasi melaporkan pula bahwa saat ini yang masih bertahan di dalam rumah ialah para warga rentan seperti lansia, para warga miskin yang tidak mempunyai biaya untuk menghindari asap, serta bayi," jelas Ibnu.
 
Sementara Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan mengatakan asap bukan hanya mengganggu kesehatan warga, tetapi juga melemahkan ekonomi masyarakat. Kabut asap dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat untuk mencari nafkah.
 
"Alhasil cukup banyak warga yang penghasilannya menurun dan berimbas pada sulitnya memenuhi kebutuhan pokok. Ini yang mau kita bantu, melalui pemenuhan kebutuhan pangan," kata Lukman.
 
Lukman menyampaikan, ratusan ton bantuan logistik yang dikirim hari ini akan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak. Seratus ton pertama akan didistribusikan ke enam desa di empat kabupaten/kota di Riau yang terkena dampak langsung.
 
"Misalnya saja ada Kabupaten Pelalawan, lokasi dekat titik api), Kota Pekanbaru, menyasar pemukiman miskin terdampak asap, Kabupaten Kampar, dekat titik api, dan Kabupaten Siak," pungkas Lukman.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif