NEWSTICKER
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Disdik Jateng Bolehkan Sekolah Pungut Sumbangan

Nasional pungli sekolah
Mustholih • 07 Oktober 2019 17:16
Semarang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah menyatakan sekolah boleh menggalang dana sumbangan dari para orangtua siswa. Namun sumbangan tersebut tidak bersifat memaksa dan warga miskin dibebaskan dari kewajiban membayar.
 
"Pungutan diperbolehkan asal tidak memasksa dan tidak semua siswa harus membayar. Orang miskin dibebaskan segalanya," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Padmaningrum, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 7 Oktober 2019.
 
Pernyataan ini ditegaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng menanggapi soal dugaan pungutan liar yang menjadi temuan Ombudsman Jawa Tengah. Menurut Padmaningrum masyarakat punya peran serta dalam menentukan anggaran pendidikan melalui Komite Sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun kata padmaningrum sekolah-sekolah di Jateng yang dilaporkan Ombudsman melakukan pungutan liar sudah mendapat pembinaan dari Dinas Pendidikan. "Kita sdah sidak ke lapangan bersama dinas dan sudah kita bina. Sanksi uang harus dikembalikan," jelas Padmaningrum.
 
Padmaningrum menyatakan sebetulnya Dinas Pendidikan telah mengawal sekolah-sekolah yang telah bermasalah tersebut. Caranya Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran yang intinya mewajibkan sekolah menyusun rencana kebutuhan.
 
"Sekolah harus menyusun RK sesuai dengan kebutuhan sekolah. Mereka harus menselaraskan kebutuhan sekolah dengan dana BOS," beber Padmaningrum.
 
Menurut Padmaningrum, surat edaran bertujuan menertibkan sekolah-sekolah di Jateng. "Kita tetap mengawal sehingga mereka tidak liar dalam melakukan pungutan sekolah," pungkas Padmaningrum.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif