(Foto: Reader Digest).
(Foto: Reader Digest).

69.500 Warga Kabupaten Tangerang Menderita Diabetes

Nasional diabetes
Antara • 24 Mei 2019 14:58
Tangerang: Aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten, memprediksi jumlah penderita penyakit diabetes melitus mencapai sekitar dua persen dari jumlah penduduk 3,47 juta jiwa.
 
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus mencapai 69,500 jiwa yang tersebar di 29 kecamatan.
 
"Penyebabnya diabetes melitus berkembang karena dua faktor yakni keturunan dan pola hidup tidak sehat yang dilakukan warga," kata Hendra saat dikonfirmasi, Jumat, 24 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hendra mengharapkan agar warga dapat mencegah penyakit tersebut dari pada mengobati karena pola hidup yang tidak sehat berpengaruh besar terhadap perkembangan penyakit DM.
 
Penderita diabetes melitus diharapkan lebih banyak berolahraga dan mengonsumsi buah-buahan sayur setiap hari, karena ini dapat mengurangi penyakit tersebut. Menurut Hendra, penderita diabetes melitus dianjurkan untuk tidak berlebihan mengonsumsi karbohidrat dan gula.
 
"Meski penderita dapat disembuhkan dengan meminum obat tapi upaya mengurangi makanan mengandung gula tinggi adalah lebih baik. Untuk itu perlu ada terapi obat juga nutrisi dengan cara menghitung kalori jenis makanan, supaya dapat sembuh," ungkap Hendra.
 
Hendra kembali mengatakan gejala awal penderita diabeter melitus adalah sering buang air kecil, sering haus, lapar, sakit dan berat badan turun. Hendra telah memberikan materi mengenai penyakit diabetes melitus pada sebuah rapat kerja di sebuah hotel di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang kepada dokter, para medis di Puskesmas dan cara penangganan.
 
Dia mengatakan petugas medis di Puskesmas harus dapat memberikan sosialisasi kepada penderita menyangkut pola makan selama Bulan Ramadhan. Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Desriana Dinardianti mengatakan upaya tersebut agar para medis dapat mengetahui cara penangganan diabetes melitus saat mereka berpuasa.
 
"Hal itu agar masyarakat dapat mengetahui dan mencegah agar jumlah penderita diabetes melitus tidak bertambah karena memeriksakan kesehatan secara rutin di rumah sakit atau Puskesmas setempat," pungkas Hendra.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif