Kapendam Hasanuddin XIV, Kolonel Inf Maskun Nafik, saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 2 Mei 2019. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin.
Kapendam Hasanuddin XIV, Kolonel Inf Maskun Nafik, saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 2 Mei 2019. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin.

Desertir TNI Penculik dan Pencabul Anak di Kendari Ditahan

Nasional pencabulan
Muhammad Syawaluddin • 02 Mei 2019 20:30
Makassar: Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Adrianus Pattian, 24, harus menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Militer (RTM) karena meninggalkan tugas selama (Desersi). Selain itu dia juga terlibat kasus penculikan dam pencabulan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
 
"Iya, kamarin rekan kita sudah ditangkap dan sudah melakukan tindakan biadab, dan dia ini juga disertir," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Hasanuddin XIV, Kolonel Inf Maskun Nafik di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Maskun menjelaskan, anggota TNI Batalyon Infanteri 725/Woroagi (Yonif 725/WRG) tersebut mulai tidak menjalankan tugasnya sebagai TNI sejak 2016 hingga 2017, dan telah menjalani hukuman di tahanan militer selama 1 bulan 20 hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, setelah kembali bertugas Adrianus, kembali berulah dan disersi sejak 2018 hingga saat ini. Adrianus baru berhasil ditangkap di Lorong Cendana, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu 1 Mei 2019 kemarin, sekitar pukul 10.40 WITA.
 
Namun, Maskun mengatakan penahanan terhadap Adrianus tersebut saat ini bukan persoalan tindak kriminal penculikan dan pemaksaan berhubungan badan di Kendari, melainkan disersi selama kurang lebih setahun.
 
"Kita bawa disini itu untuk mengetahui tindakan disersinya. Dia akan diperiksa terkait apa saja yang dia lakukan selama disersi. Jangan sampai kita tidak tahu yang dia lakukan," katanya.
 
Maskun menjelaskan bahwa Adrianus divonis oleh Pengadilan Militer, melalui surat Put nomor 24-K/PM III-16/AD/III/2019 tanggal 9 April 2019, Prada Andrianus Pattian dihukum selama 1 tahun penjara dan ditambah dengan Pemberhentian dengan Tidak Hormat.
 
Sementara, untuk kasus penculikan dan pemaksaan persetubuhan atau pencabulan masih dalam proses dan masih harus didalami lagi. Apalagi, apa yang dia lakukan termasuk tindakan yang sangat biadab.
 
"Itu juga masih didalami nanti kita periksa kesehatannya, kejiwaannya, nanti ada tim kesehatan Kodam," jelasnya.
 
Sebelumnya, Adrianus diketahui telah melakukan penculikan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini diketahui ada 6 orang anak yang diculik dan dicabuli oleh Adrianus. Para anak tersebut berumur mulai dari 10 hingga 12 tahun.
 
Enam anak tersebut diculik dan dicabuli ditempat terpisah dan dalam jangka waktu yang tidal terlalu lama. Anak yang telah digauli tersebut ada yang ditinggalkan dihutan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif