Pengembalian Dana Jemaah Korban ABU Tours Butuh Waktu
Kantor Pusat Abu Tours di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: medcom.id/ANDI AAN PRANATA
Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatanmenetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang oleh perusahaan travel umrah ABU Tours. Namun, nasib jemaah hingga kini belum jelas karena uang yang terlanjur disetor belum tentu kembali.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, uang jemaah diupayakan bisa kembali. Dananya bersumber dari hasil lelang aset ABU Tours yang disita polisi. Namun, pelaksanaannya kemungkinan belum dalam waktu dekat.

"Pengembalian dana butuh waktu. Karena disidang saja belum," kata Dicky di Makassar, Rabu, 11 Juli 2018.


Baca: Polda Sulsel Segera Bawa Kasus ABU Tours ke Pengadilan

Kepolisian tidak bertugas sendirian dalam mengupayakan pengembalian uang setoran 86 ribu jemaah ABU Tours. Polda Sulsel akan bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Hukum dan HAM. Polisi kini tengah fokus ke penyidikan.

Menurut catatan Polda Sulsel ABU Tours menelantarkan 86 ribu jemaah asal 16 provinsi. Total uang setoran ditaksir melebihi Rp1 triliun.

Penyidik telah menyita aset terkait ABU Tours beberapa bulan belakangan. Antara lain berupa 33 aset benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, 36 kendaraan bermotor, alat elektronik, alat usaha, dan uang tunai.

"Total aset yang kita sita hampir Rp200 miliar. Itu belum apa-apa dibandingkan kerugian jemaah," kata Dicky.

Baca: Istri Bos ABU Tours Kendalikan Dana Setoran Jemaah

Penyidik segera merampungkan pemeriksaan. Dalam waktu dekat berkas empat tersangka akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dan menahan empat tersangka. Masing-masing Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba; istri Hamzah sekaligus Komisaris Nursyahriah Mansyur; Komisaris Chaeruddin; dan mantan direktur keuangan Muhammad Kasim.

"Kita harap lampu hijau, untuk seharusnya proses persidangan akan segera dimulai," kata Dicky.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id